SERGAP.CO.ID
KUPANG, || Tanggal 8 Juni 2025 menandai peristiwa penting bagi Universitas PersatuanGuru 1945 (UPG 45) NTT. Di tahun ini, UPG 1945 NTT merayakan Dies Natalis ke-8, sebuah usia yang merepresentasikan perjalanan panjang institusi ini dalam mendidik generasi bangsa.
Syukuran Dies Natalis Ke VIII Universitas Persatuan Guru 1945 NTT diikuti oleh Ketua BPH PGI NTT, Rektor, Civitas akademik dan seluruh mahasiswa UPG 1945 NTT.
Rektor UPG 1945 NTT, David R. E. Selan menyampaikan berbagai kegiatan dikemas dalam rangkaian acara Dies Natalis ke-8 ini. Pada kegiatan ini dilakukan berbagai lomba akademik dan non akademik.
” Ada 6 Lomba yang digelar menjelang Dies Natalis antara lain futsal melibatkan perguruan Tinggi Se-kota Kupang, lomba tarian kreasi, olahraga tinju kota Kupang/Kabupaten Kupang dan acara puncak ibadah syukur bersama” Jelasnya.
Lanjut Selan menguraikan refleksi umur 8 tahun adalah umur menuju pra -remaja dimana umur ini merupakan momentum mencari jati diri.
Selain itu Selan menambahkan Perjalanan ini tidaklah mudah dijalani banyak lika-liku dihadapi selama membangun pendidikandi NTT namun terbukti kampus ini menempati urutan ke 75 dari PTN/PTS se NTT.
UPG NTT 1945 juga menunjukkan kinerja sangat baik terbukti dalam penerimaan mahasiswa baru tahun terakhir tercatat mencapai 1.038 orang mahasiswa baru dibandingkan tahun sebelumnya hanya 800 orang saja.
” Saya mengucapkan terima kasih buat smua pihak di dalam merajut Kebersamaan dan kerja keras semua pihak untuk bisa mencapai posisi ini” Ungkapnya.
Ia pun menuturkan perlunya evaluasi untuk lebih baik lagi kedepan terkait publikasi dan Komunikasi antar UPG 45 Kupang.
Hal senada disampaikan Ketua Badan Pengurus Harian (BPH) PGRI Nusa Tenggara Timur Dr. Semuel Haning, mengatakan sejarah panjang eksistensi Universitas UPG 1945 NTT tidaklah luput dari kehadiran semua rekan dosen dan seluruh mahasiswa.
” Lembaga ini kuat karena kita semua, dan lembaga ini kuat karena ada mahasiswa.
Dulu Tuhan merubah air menjadi anggur tetapi skarang Tuhan mengubah air mata kita menjadi sukacita ” Tegasnya
Diakhiri sambutannya Haning menegaskan untuk tetap satu hati, satu suara dan satu doa sehingga tidak tercerai berai.
” Saya minta tanggung jawab UPG 1945 NTT bukan saja tugas pimpinan tetapi tanggung jawab kita semua. seperti pepatah, dimana bumi berpijak disitu langit dijunjung. Dimanapun kalian berada UPG ada dihati!” Tutupnya.
(Desy)






