Membangun Kerja Sama antara Dinas Koperindag dan Warga Ria Bao untuk Kemajuan UMKM

SERGAP.CO.ID

RIA BAO, || Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat terus menyala di Desa Ria Bao, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Melalui kolaborasi antara mahasiswa Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dan Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lembata, warga Ria Bao kini mulai menapaki langkah-langkah strategis untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mereka.

Bacaan Lainnya

Kegiatan sosialisasi yang berlangsung di Balai Desa Ria Bao, pekan lalu, menjadi titik tolak kerja sama ini. Menggandeng tim penggerak PKK, kelompok kuliner, serta toko-toko pemuda desa, para mahasiswa MBKM menghadirkan narasumber dari Dinas Koperindag guna membekali masyarakat dengan pengetahuan dasar tentang pengelolaan dan pemasaran produk usaha.

Marcho Van Roy Nahak, mahasiswa FISIP Unwira Kupang yang menjadi inisiator kegiatan ini, menyebutkan bahwa inisiatif tersebut berangkat dari keprihatinannya melihat banyak potensi lokal belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Desa ini punya banyak produk unik, tetapi belum banyak yang tahu cara memasarkan dan mengemasnya secara tepat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka wawasan masyarakat,” ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, peserta menerima enam materi utama, yakni strategi dasar pemasaran produk, digital marketing, branding produk, kolaborasi kemitraan, strategi promosi, serta edukasi mengenai nilai produk.

Materi disampaikan langsung oleh Fransiskus X. Lawe Maing, ST, Penyuluh Perindustrian Dinas Koperindag Kabupaten Lembata. Dengan pendekatan partisipatif, ia menjelaskan pentingnya membangun citra produk, mengenali target pasar, serta pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran.

“Usaha yang baik harus disiapkan tidak hanya dari segi kualitas, tetapi juga kemasan, narasi produk, dan strategi penjualan,” tutur Fransiskus.

Kegiatan ini juga didukung oleh berbagai elemen pemerintah dan masyarakat desa. Hadir dalam acara tersebut Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ria Bao, Sekretaris Camat Nagawutung bersama staf, Kepala Desa Ria Bao dan perangkatnya, serta Ketua TP PKK Desa Ria Bao bersama anggota.

Ketua PKK Desa Ria Bao menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi motivasi tersendiri bagi para ibu rumah tangga pelaku usaha rumahan untuk terus berinovasi. “Kami jadi lebih paham bagaimana produk kami bisa dikenal lebih luas, tidak hanya dijual di pasar mingguan,” ujarnya.

Dari kelompok kuliner, antusiasme juga tampak kuat. Maria, salah satu pengusaha sambal khas Ria Bao, mengaku mulai tertarik untuk menjual produknya melalui media sosial. “Dulu kami hanya mengandalkan pasar tradisional. Sekarang kami mulai coba jual lewat WhatsApp dan Facebook,” ungkapnya.

Kepala Desa Ria Bao mengapresiasi keterlibatan mahasiswa dan dinas, seraya menekankan pentingnya keberlanjutan program pendampingan semacam ini. Menurutnya, pengembangan UMKM dapat menjadi jalan keluar dari ketergantungan pada pertanian semata.

“Kalau produk lokal kita naik kelas, masyarakat akan punya lebih banyak pilihan mata pencaharian,” ujarnya.

Sekretaris Camat Nagawutung pun menyatakan komitmen pemerintah kecamatan untuk turut mendukung pengembangan ekonomi berbasis desa. Ia menyebut kegiatan semacam ini sangat relevan dengan program pembangunan berbasis potensi lokal.

Di balik kegiatan ini, mahasiswa MBKM tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga menjadi katalisator perubahan sosial. Mereka menjembatani komunikasi antara pemerintah dan warga, mengidentifikasi persoalan di lapangan, dan ikut mencari solusi.

“Banyak pelaku UMKM yang belum memiliki izin usaha. Kami bantu mencatat kebutuhan mereka agar bisa ditindaklanjuti,” kata Marcho.

Dinas Koperindag Kabupaten Lembata menyambut baik kolaborasi ini dan berjanji akan terus mendorong pelatihan lanjutan, termasuk akses modal dan pendampingan legalitas usaha.

Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi awal bagi penguatan UMKM di Desa Ria Bao. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat lokal diyakini mampu menciptakan ekosistem usaha yang tangguh dan berdaya saing.

(Desy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *