KOTA TASIKMALAYA || Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya menggelar rapat persiapan pelaksanaan sosialisasi dan simulasi penanganan bencana yang akan dilaksanakan di SMP Negeri 15 Kota Tasikmalaya pada Rabu, 30 April 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kemampuan siswa dan seluruh warga sekolah dalam menghadapi potensi bencana.
Rapat persiapan ini berlangsung di Aula Kecamatan Tamansari, Senin (28/04/2025), dan dihadiri oleh Camat Tamansari, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan perwakilan BPBD, pihak sekolah, serta unsur terkait lainnya.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tasikmalaya, Asep Sudrajat Hadiparaja, S.Pd., M.Ak, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi kebencanaan yang menyasar kalangan pelajar.
“Kami ingin memastikan setiap warga, terutama siswa sekolah, mengetahui langkah yang harus diambil saat terjadi bencana. Simulasi ini memberikan pemahaman dan keterampilan dasar yang dapat menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Kegiatan ini akan diawali dengan sosialisasi jenis-jenis bencana yang berpotensi terjadi di wilayah Kota Tasikmalaya, seperti gempa bumi, kebakaran, dan banjir. Setelah itu, peserta akan mengikuti simulasi penanganan bencana, termasuk teknik evakuasi, penggunaan alat pemadam kebakaran, serta pertolongan pertama pada korban.
BPBD Kota Tasikmalaya turut menggandeng pihak sekolah, termasuk guru dan staf administrasi, guna memastikan kegiatan berjalan efektif dan seluruh siswa dapat terlibat aktif.
Kepala SMPN 15 Kota Tasikmalaya, Asep Dani F, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai simulasi semacam ini sangat penting dalam membangun kesiapsiagaan siswa menghadapi situasi darurat.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Diharapkan siswa tidak panik dan dapat bertindak cepat serta tepat ketika menghadapi bencana yang sebenarnya,” ungkapnya.
Simulasi ini juga akan melibatkan berbagai pihak, termasuk aparat kepolisian, petugas kesehatan, dan unsur keamanan lainnya untuk memberikan pelatihan langsung di lapangan.
BPBD berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh dan mendorong sekolah-sekolah lain di Kota Tasikmalaya untuk mengadakan program serupa demi memperkuat budaya sadar bencana sejak dini.
(Rizal)






