Baznas Kabupaten Bandung Genjot Literasi Zakat dan Berdayakan Pemuda Lewat Baznas Center

Baznas Kabupaten Bandung Genjot Literasi Zakat dan Berdayakan Pemuda Lewat Baznas Center

SERGAP.CO.ID

KAB. BANDUNG, || Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bandung terus berupaya keras meningkatkan pemahaman masyarakat terkait peran dan tanggung jawab dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS). Kurangnya literasi masyarakat menjadi tantangan utama yang dihadapi lembaga ini dalam memaksimalkan potensi ZIS untuk kesejahteraan umat.

Bacaan Lainnya

Ketua Baznas Kabupaten Bandung, Yusuf Ali Tantowi, mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat yang belum memahami fungsi Baznas, bahkan keliru mengiranya sebagai Basarnas.

“Kurangnya literasi ini membuat sebagian orang bingung tentang zakat dan bagaimana seharusnya mekanismenya,” ujar Ketua BAZNAS kepada Sergap.co.id melalui rilisnya pada Selasa (16/4/2025) malam

Yusuf Ali Tantowi menekankan bahwa zakat adalah sistem terorganisir sejak zaman Nabi Muhammad SAW yang manfaatnya akan lebih besar jika dikelola secara berjamaah melalui lembaga resmi. Pengelolaan zakat melalui lembaga seperti Baznas juga menghindarkan risiko tercelanya pahala akibat penyampaian yang kurang baik kepada penerima manfaat (mustahik). Selain itu, pengumpulan zakat secara terpusat memungkinkan dampak sosial yang lebih signifikan dibandingkan pemberian secara personal.

Untuk mengatasi tantangan ini dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Baznas Kabupaten Bandung tengah membangun program kolaborasi dengan Baznas RI dan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung. Program ini akan memfokuskan pemanfaatan Gedung Baznas Center sebagai pusat pelatihan zakat dan pengembangan usaha.

“Kami bekerja sama dengan Baznas Pusat dan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk menjadikan Gedung Baznas Center sebagai pusat pelatihan zakat dan pengembangan usaha. Nantinya, pemuda-pemuda di Kabupaten Bandung akan mendapatkan pelatihan keahlian, lalu diberikan modal usaha agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” jelas Yusuf Ali Tantowi.

Program pemberdayaan pemuda ini didanai oleh kombinasi dana dari Pemerintah Kabupaten Bandung dan hasil penghimpunan zakat dari masyarakat. Tujuannya adalah agar generasi muda tidak hanya memahami zakat secara teoritis, tetapi juga merasakan manfaat nyata dari pengelolaan ZIS.

Lebih lanjut, Yusuf Ali Tantowi berharap peran aktif media dalam mengkampanyekan pentingnya ZIS. “Kami berharap media turut mengkampanyekan pentingnya ZIS karena ini adalah inti dari ajaran Islam kemanusiaan dan kesempurnaan akhlak,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa ibadah puasa mengajarkan rasa kekurangan, dan zakat fitrah menjadi wujud nyata kepedulian terhadap sesama, bukan hanya sekadar belas kasihan, tetapi juga hadir dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dengan berbagai upaya ini, Baznas Kabupaten Bandung optimis dapat meningkatkan literasi ZIS di masyarakat dan memaksimalkan peran zakat dalam meningkatkan kesejahteraan umat di wilayahnya.

(Asp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *