Siswi MTs PUI Di Ciamis Jadi Korban Bullying, Hingga Alami Trauma

Siswi MTs PUI Di Ciamis Jadi Korban Bullying,Hingga Alami Trauma

SERGAP.CO.ID

KAB.CIAMIS, || Walfa  Aulia salah satu siswi MTs PUI Banjarsari,Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis,Jawa Barat diduga menjadi korban Bullying berujung pengancaman dari kakak kelas nya hingga mengakibatkan siswi tersebut mengalami trauma serta takut untuk pergi ke sekolah.

Bacaan Lainnya

Siswi kelas 7 di Mts PUI Banjarsari saat ini hanya bisa menangis dihadapan ke dua orang tua nya karena dihantu rasa takut setelah mendapatkan tindakan bullying serta pengancaman sehingga ia pun meminta untuk pindah sekolah.

Walfa mengatakan,saat ini dirinya mengaku selalu di teror oleh kakak kelas nya melalui pesan WA dengan menggunakan kata kata kasar,dan tidak berhenti di situ,Walfa pun mengaku sempat mendapatkan ancaman oleh mereka saat berada di sekolah.

“Ancaman itu berbentuk Voice Note di pesan Whats App,dan karena saya takut maka pesan WA tersebut saya kirim kan ke kakak serta orang tua saya ungkapnya,Rabu (22/01/2025).

Walfa juga menambahkan saat ini dirinya merasa tidak pernah memiliki masalah dengan teman teman nya, baik itu di sekolah maupun di saat luar.

” Saya tidak terlalu kenal dengan kakak – kakak kelas,makanya saya kaget ketika mereka tiba – tiba mengancam saya pada saat di sekolah. “Jelasnya.

Menurut Walfa Kejadian pembullyan ini juga melibatkan salah satu siswi SMP dari sekolah lain berinisial P, sehingga timbul dugaan siswi tersebut lah yang menyuruh kakak kelas dari Walfa untuk melakukan tindakan itu hingga berujung pengancaman.

” Itu di karenakan P juga sempat mengirim pesan mengajak saya bertemu di luar, apalagi P juga diketahui memiliki hubungan cukup dekat dengan kakak – kakak kelas yang sempat mengancam saya,”ujarnya.

Walfa mengatakan,saat ini ia mengaku sudah meminta kepada kedua orang tua nya untuk memindahkan nya dari sekolah tersebut di karenakan selalu di hantui rasa ketakutan akan terjadi sesuatu saat ia berada di sekolah.

” Saat di sekolah pun saya merasa tidak nyaman apalagi untuk fokus belajar,karena saya takut jika nantinya kakak kelas saya datang untuk kembali melakukan pengancaman. “Pungkasnya.

Sementara itu Mamat,Ayah kandung dari Walfa mengatakan,pasca adanya kejadian tersebut saat ini kondisi psikologis dari anak nya mengalami penurunan akibat mendapatkan tindakan bullying dari kakak kelasnya.

” Walfa sering menangis,melamun dan terus meminta untuk pindah sekolah, bahkan saat di sekolah pun ia selalu ingin di temani oleh saya atau kakak nya,” terangnya.

Mamat menambahkan,sebenarnya pihaknya sudah berupaya menemui pihak sekolah guna membahas permasalahan yang menimpa anak nya serta meminta di fasilitasi untuk bertemu dengan orang tua dari kakak kelas anak nya.

” Namun saat ini saya belum bisa bertemu dengan orang tua dari kakak kakak kelas anak saya itu,”pungkasnya.

Sementara itu Iin Iryani,guru BK mengatakan,pihaknya mengaku sudah mengetahui ada nya kejadian yang menimpa Walfa.Bahkan ia pun sudah memanggil Walfa untuk mendengarkan lebih jelas permasalahan tersebut.

“Dan rencana nya secepat nya kami pun akan memanggil kakak kakak

kelas dari Walfa juga untuk mendengarkan penjelasan dari mereka”pungkasnya.

( Muhtar /Rvn )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *