KAB. OKI-SUMSEL, || Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi sorotan publik setelah beredarnya video di platform TikTok yang menampilkan seorang wanita, yang diduga istri Camat Cengal, mengenakan perhiasan emas dan memamerkan barang-barang mewah. Video yang diunggah di akun @Hijuainijuwai ini telah memicu kontroversi dan tuntutan transparansi, khususnya dari Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM).
SPM, melalui Koordinatornya Yovi Meitaha, menyampaikan keprihatinan mendalam terkait potensi dampak negatif video tersebut terhadap kepercayaan publik terhadap integritas pemerintahan. Dalam konferensi pers pada Kamis, 16 Januari 2025, pukul 12.30 WIB di depan SPBU Celika Kayuagung, Meitaha menekankan bahwa pamer kekayaan oleh keluarga pejabat negara, terlepas dari profesi sang istri, berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan mengikis kepercayaan publik. SPM mendesak Pemerintah Daerah OKI untuk segera melakukan investigasi yang komprehensif dan transparan.
“Tindakan ini tidak hanya berpotensi melanggar etika kepatutan pejabat publik, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius tentang sumber kekayaan yang ditampilkan,” Tegas yovi Meitaha.
Ia menambahkan bahwa jika Pemda OKI tidak menunjukkan komitmen nyata untuk menindaklanjuti kasus ini dengan investigasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan aset dan klarifikasi yang tuntas, SPM akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut, termasuk aksi demonstrasi besar-besaran di depan kantor Pemda.
Camat Cengal, melalui klarifikasi kepada media lokal di Kabupaten OKI, menyatakan bahwa istrinya berprofesi sebagai pedagang emas dan video tersebut merupakan bagian dari strategi pemasaran daring. Namun, penjelasan ini belum mampu meredakan kekhawatiran publik yang mempertanyakan kesesuaian antara kekayaan yang ditampilkan dengan penghasilan seorang pedagang emas biasa. Keraguan ini diperkuat oleh spekulasi mengenai potensi penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang.
Diwaktu yang berbeda tim sergap co id kembali minta klarifikasi camat Cenggal dalam pesan WhatsApp Kamis, 16 Januari 2025, pukul 16:30 WIB, Camat Cengal mengungkapkan kekecewaannya atas tudingan yang dilontarkan tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
Ia menjelaskan bahwa istrinya telah berdagang emas sejak muda dan video tersebut merupakan strategi pemasaran modern.
Ia menyayangkan penggunaan istilah “Oknum Camat” yang berkonotasi negatif, karena dirinya tidak terlibat langsung dalam tindakan istrinya. Camat Cengal berharap klarifikasi ini dapat mengakhiri polemik dan mencegah penyebaran informasi yang menyesatkan.
Namun, bahasa yang digunakan dalam klarifikasi tersebut – yang disampaikan dalam dialek lokal – menimbulkan tantangan tersendiri dalam interpretasi dan verifikasi informasi.
SPM menegaskan komitmennya untuk mengawal proses investigasi dan tidak akan segan mengambil langkah hukum untuk memastikan terwujudnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Kasus ini menjadi pengingat penting tentang urgensi pengawasan publik terhadap integritas pejabat negara dan mendesak terwujudnya pemerintahan yang bersih, jujur, dan berwibawa. Kejelasan dan transparansi dari Pemda OKI dalam menangani kasus ini sangat dinantikan oleh masyarakat.
(Tim SERGAP)






