SABU RAIJUA, || Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua, Simon Petrus Dira Tome dan Dominikus Dadi Lado, yang dikenal dengan nama paket SOLID, berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat jika terpilih pada Pilkada serentak tanggal 27 November mendatang.
Dalam orasi politiknya di Desa Waduwala, Kecamatan Sabu Liae, Dira Tome menyatakan bahwa salah satu program utama mereka adalah merekrut minimal enam dokter ahli untuk ditempatkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sabu Raijua.
“Kami berjanji akan merekrut enam dokter spesialis untuk RSUD Sabu Raijua. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan kesehatan masyarakat kita,” kata Dira Tome.
Ia menjelaskan bahwa untuk mengubah status RSUD Sabu Raijua dari tipe D menjadi tipe C, diperlukan minimal empat dokter ahli. Dengan merekrut enam dokter, mereka yakin akan lebih dari cukup untuk mencapai target tersebut.
“Dengan enam dokter, kami akan memastikan RSUD mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” lanjut Dira Tome.
Untuk menarik dokter-dokter tersebut, paket SOLID berencana memberikan gaji minimal 60 juta rupiah per bulan, serta fasilitas seperti tempat tinggal dan mobil operasional yang layak.
“Dokter spesialis harus dijamin kesejahteraannya, sehingga kami akan memberikan gaji yang sesuai dan fasilitas yang mendukung,” ujarnya.
Dari segi kesejahteraan tenaga kesehatan, Dira Tome menegaskan pentingnya pembayaran hak-hak mereka secara tepat waktu agar dapat melayani masyarakat dengan profesional.
Dominikus Dadi Lado menambahkan bahwa peningkatan status RSUD bukanlah hal yang sulit, asalkan dilakukan pembenahan alat kesehatan dan fasilitas yang ada.
“Salah satu program inovatif kami adalah ‘rumah sakit tanpa dinding’ di mana pelayanan kesehatan dapat dilakukan di berbagai lokasi tanpa batasan,” jelas Deni, sapaan akrabnya.
Program ini mencakup pelayanan di rumah, balai desa, dan tempat umum lainnya, dengan dukungan mobil alkes dan rumah sakit apung untuk menjangkau masyarakat Raijua.
Paket SOLID juga menekankan penyelesaian masalah kesehatan seperti stunting, gizi buruk, malaria, dan TBC sebagai prioritas dalam membangun Sabu Raijua.
Deni menyatakan pentingnya pembenahan fasilitas di puskesmas dan pemberian beasiswa bagi dokter untuk studi lanjut spesialis, serta insentif bagi tenaga kesehatan.
“Dengan pembenahan fasilitas dan dukungan pendidikan, kami yakin tenaga kesehatan akan lebih termotivasi untuk memberikan layanan yang terbaik,” tuturnya.
Dira Tome menekankan bahwa jika RSUD Sabu Raijua memenuhi kriteria tipe C, hal itu akan membantu menekan angka kematian ibu dan anak serta mengurangi rujukan ke Kupang yang sering menjadi kendala.
“Banyak pasien yang tidak bisa bertahan dalam perjalanan ke rumah sakit rujukan, dan kami ingin mengubah kondisi ini,” ungkapnya.
Dari data yang ada, RSUD saat ini hanya memiliki dua dokter spesialis, sehingga banyak tindakan medis tidak dapat dilakukan di Sabu Raijua.
“Paket SOLID berkomitmen untuk segera mendorong perubahan status RSUD agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkas Dira Tome.
(Dessy)






