KOTA TASIKMALAYA, || Keluarga Besar Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya menggelar peringatan kelahiran (Maulid) Nabi Muhammad SAW 1446 H/2024 M, di Sekretariat IKM Tasikmalaya di Jl. Bong Kampung Madewangi Rt 04/Rw 01 Kelurahaan Setiamulya Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Minggu 29 September 2024.
Selain untuk memuliakan Nabi Muhammad, acara tersebut juga digelar dalam rangka untuk selalu mengenang dan meneladani jejak kepemimpinan Rasulullah SAW.

Acara ini di hadiri Ustad Yayat Supriatna selaku penceramah, Pembina/Penasehat Ikatan Kelurga Minang (IKM) Tasikmalaya, Ketua MUI Kecamatan Tamansari, Lurah Setiamulya, Bhabinkabtimas Polsek Tamansari Polres Tasik Kota, Babinsa Koramil 1209/Cibeureum beserta pengurus, dan segenap warga Minang Tasikmalaya dan Warga setempat.
Acara tersebut dibuka dengan pembacaan surat Al-Fatihah, dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Berbagai-sambutan, dan penutup/doa.
Ketua IKM Tasikmalaya Syahrial Koto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada warga Minang yang hadir, beserta para tamu undangan lainnya.
“Terima kasih kepada para tamu yang tidak dapat saya sebutkan namanya, semuanya sudah bersedia hadir untuk memperingati Kelahiran Nabi Muhammad SAW dan tak lupa pula Permohonan maaf atas segala kekurangannya,” Katanya.

Syahrial Koto, juga menyampaikan bahwa acara tersebut bertujuan untuk meningkatkan Silaturahmi dan Ukhuwah Islamiyah Antar Warga Minang Tasikmalaya.
Ini adalah momen kita merayakan kelahiran Nabi yang juga dirayakan oleh umat Islam pada umumnya dan juga sebagai perkumpulan orang-orang Minang agar selalu solid, “Jelasnya.
Selian itu, Syahrial Koto juga menyimpukan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan hanya sekadar ritual tahunan, akan tetapi lebih dari itu, ini adalah momentum untuk memperkuat kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dengan cara meneladani segala aspek kehidupannya.
Mari menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai langkah awal untuk terus memperbaiki diri dan membawa keteladanan Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan kita. “Ujarnya.
Dengan mengikuti jejak akhlak mulia yang diajarkan oleh beliau, kita tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, akan tetapi juga menjadi individu yang lebih baik, yang mampu memberikan manfaat dan kebaikan bagi orang lain.

Sementara, Ustadz Yayat Supriatna penceramah peringatan maulid Nabi Muhammad menyampaikan Rasulullah adalah manusia terbaik yang mendapat gelar ‘Al Amin’, dan sudah sepatutnya beliau menjadi Uswatun khasanah yaitu suri tauladan yang baik bagi kita semua, karena dengan mencintai Rasulullah, Insya Allah nanti kita akan menjadi Ummat yang selamat di dunia dan di akhirat menjadi penghuni surga yang hidup kekal abadi di dalamnya untuk selama-lamanya.
Di era modern ini, tantangan kehidupan semakin kompleks, baik dari segi sosial, ekonomi, maupun budaya. Namun, nilai-nilai yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW tetap relevan dan menjadi pedoman untuk menghadapi berbagai permasalahan. “Jelasnya.
Meneladani Rasulullah berarti menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan sehari-hari secara konsisten.
Pada saat peringatan Maulid Nabi, kita dapat merefleksikan bagaimana nilai-nilai keteladanan ini bisa diterapkan di era digital yang penuh dengan perubahan dan tantangan.
“Kita dapat memulai dengan hal-hal kecil, seperti memperbaiki sikap dan perilaku, lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, hingga meningkatkan kualitas spiritual kita melalui ibadah yang khusyuk dan penuh keikhlasan.”Pungkasnya.
(Rzl)






