KEFAMENANU, || Kefamenanu merayakan hari jadinya yang ke-102 dengan semangat dan harapan. Namun, di balik keceriaan perayaan, ada realitas yang tidak bisa diabaikan.
Hal ini mendapat kritisi dari anggota DPRD Kabupaten TTU, Florentius Sonbay, ST mengatakan Kota yang dikenal sebagai pusat administrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara ini seharusnya sudah mencapai kematangan sebagai kota yang maju di berbagai sektor.
Ironisnya, kenyataan justru berbanding terbalik. Kefamenanu berada di posisi tertinggal dalam perkembangan ekonomi jika dibandingkan dengan kota-kota lain di Nusa Tenggara Timur.
Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi di kota ini paling lambat, berimbas langsung pada rendahnya kesejahteraan masyarakat.
Banyak warga yang masih bergelut dengan masalah klasik seperti pengangguran dan kemiskinan. Dalam momen refleksi ini, masyarakat menunggu gebrakan nyata dari pemerintah.
Florentius Sonbay, ST menambahkan Semangat perayaan HUT Kota Kefamenanu diangkat dengan tema “Nekaf Mese Ansao Mese,” yang berarti “Bersatu Kita Maju.” Ini bukan sekadar slogan, tetapi seruan untuk semua komponen masyarakat agar bersama-sama berperan aktif dalam pembangunan daerah.
Dari pemerintah hingga lapisan masyarakat, semua diharapkan berkontribusi untuk memperbaiki keadaan.
Salah satu perhatian serius yang perlu ditangani adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Target pendapatan tahun ini dipatok sekitar 68 miliar rupiah, namun realisasinya masih jauh dari harapan.
Pemerintah harus mengenjot strategi dan inovasi untuk mencapai target ini, termasuk memperbaiki sistem perpajakan dan menarik investasi.
Selain meningkatkan PAD, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) harus menjadi fokus utama. UMKM merupakan pilar ekonomi yang dapat menjadi motor penggerak bagi kesejahteraan masyarakat. Program pelatihan, akses modal, dan pemasaran perlu diperkuat agar produk lokal dapat bersaing dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah.
HUT Kota Kefamenanu ke-102 seharusnya menjadi momen introspeksi sekaligus motivasi untuk melangkah maju.
Usia yang sudah matang harus diimbangi dengan kemajuan yang nyata. Masyarakat dan pemerintah perlu bersatu dalam mengatasi tantangan dan menciptakan peluang. Dengan komitmen bersama, Kefamenanu bisa bangkit dan membuktikan bahwa kota ini layak untuk disebut sebagai daerah yang maju dan sejahtera. Waktu untuk bertindak adalah sekarang.
(Dessy)






