KUPANG, || Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto memimpin rapat bersama dengan Koordinator Wakil Ketua Umum II Bidang Ekonomi, Christoper Samara, Koordinator Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Blasius Lema dan juga Direktur Exsekutif, Mercy Siubelan.
Hadir juga dalam pertemuan ini, tim Tenaga Ahli KADIN NTT Miky Natun,ST, M.Si. IAP yang telah membuat Kajian tentang Free Trade Zone dan juga Andre Wibowo selaku Media Pemasaran dan Konten
Pertemuan ini dalam melakukan rapat pemantangan pembentukan tim percepatan Free Trade Zone, Indonesia – Timor Leste.
KADIN NTT melihat bahwa Free Trade Zone dan Triangel Kupang, Darwin dan Dili ini merupakan satu hal yang sangat-sangat mendesak dan sangat penting untuk kebangkitan Ekonomi NTT.
Untuk itu, KADIN NTT segera membentuk yang disebut tim percepatan ini, dimana melibatkan para anggota KADIN dan juga para pengurus KADIN beserta para tim ahli dan pemerhati untuk terus mendorong Pemerintah melakukan percepatan bersama stakeholder.
KADIN NTT yang selama ini telah membuka jaringan dan terus berhubungan dengan Timor Leste dalam hal ini Pihak CCI Timor Leste, ANJET Timor Leste dan juga tentu pemerintah Timor Leste dalam kunjungan KADIN yang rutin ke Timor Leste.
KADIN NTT menganggap bahwa Free Trade Zone ini sangat-sangat dibutuhkan dan ini paling penting untuk melakukan satu lompatan ekonomi di Nusa Tenggara Timur.
Untuk itu, tim percepatan ini dibentuk untuk terus mendorong hubungan kerja sama ini, dan untuk bisa mencapai Free Trade Zone.
Bobby Lianto mengharapkan bahwa, Setidaknya di kepemerintahan Presiden yang baru, Pak Prabowo Subianto akan memberikan konsen tentang ini, karena beliau punya hubungan khusus dengan Timor Leste,
kami akan memperjuangkan melalui Menteri-menteri yang baru yang akan di lantik di pemerintahan baru supaya menjadi agenda utama di awal pemerintahannya
Untuk itu, akan berkoordinasi dengan tentunya di Pemprov NTT dalam hal ini Bappeda, dan juga Kementerian terkait dan Timor Leste
Untuk itu, hasil rapat menunjuk Ketua Tim Percepatan Free Trade Zone Indonesia Timor Leste, yaitu Christoper Samara selaku ketua Tim dan juga didampingi oleh Tenaga Ahli KADIN NTT Miky Natun, WKU KADIN NTT Bid International Tonny Pitoby, ada juga seorang Pemerhati senior dr. Valens pareira
Tim ini akan segera membentuk dan akan melakukan rapat sehubungan dengan persiapan-persiapan dan juga peraturan-peraturan Pemerintah dalam melaksanakan Free Trade Zone
Satu konsen yang lain adalah tentang Bandara Eltari, yang baru saja dilepas dari status International gateway-nya, dan ini juga salah satu yang akan diperjuangkan, dimana kita bersyukur bahwa Labuan Bajo sudah mendapatkan International gateway-nya tetapi di kota Kupang sebagai ibukota Provinsi NTT adalah tentu sangat perlu.
Dan Kenapa di NTT harus ada dua, karena provinsi NTT ini adalah provinsi Kepulauan dan sebagai pintu Gerbang Selatan yang dimana berbatasan langsung darat dengan Timor Leste dan perbatasan laut dengan Australia.
(Dessy)






