Keabsahan Ijazah Robi Binur Menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dapat Dibuktikan Secara Historis

Keabsahan Ijazah Robi Binur Menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dapat Dibuktikan Secara Historis

SERGAP.CO.ID

KAB. PESSEL, || Ia menyebut, keabsahan ijazah Robi Binur menyelesaikan sekolah menengah pertama (SMP) juga dapat dibuktikan secara historis, dikarenakan ada pernyataan dari teman-teman seangkatannya. “Dari beberapa dokumen yang kami lihat, di sana juga ada teman-teman seangkatan Robi Binur yang menyatakan bahwa dia benar-benar sudah tamat. ” Ujarnya.

Bacaan Lainnya

Sudirman mengatakan, kesalahan terjadi hanya pada NIS nya 733. Sementara yang diterbitkan oleh kepala sekolah bernama Darmalis kala itu, tidak mengatakan itu palsu atau terbalik. “Menurut saya disini harus ada ketegasan saja terkait nomor ini, misalnya salah tulis atau terbalik letaknya. Sebab, sesuai surat keterangan hanya menyatakan NIS nya 733 dalam buku induk atas nama Muliadi. Sementara Pak Robi tertulis 588. Jadi, disini jelas Pak Robi punya NIS di sekolah tersebut, hanya saja ada perbedaan dengan nomor NIS di buku induk. ” Ucapnya lagi.

Lebih jauh dikatakannya, terkait kesalahan tulis dalam lembaran ijazah itu bisa terjadi terhadap siapapun. Namun demikian, hal tersebut bisa dibantahkan dengan fakta-fakta yang ada. “Terkait hal ini, yang bisa menjelaskan kepada publik tentunya pihak sekolah dengan melihatkan berkas-berkas yang ada. ”Tuturnya.

Terpisah, Anggota DPRD Pessel, Robi Binur menyebut, jika dirinya sudah menyelesaikan atau tamat di SMPN 5 Koto XI Tarusan pada tahun ajaran 1996/1997. Hal tersebut dibuktikan dengan ijazah yang diperolehnya serta SKHUN yang di keluarkan pihak sekolah SMPN 5 Koto XI Tarusan. “Kalau ada kekeliruan, seperti salah tulis saya tentu tidak tahu. Namun yang jelas itu sudah dibuktikan dengan keterangan kepala sekolah, majelis guru, dinas pendidikan, dan teman-teman seangkatan saya pakai materai. Disana dibuktikan bahwa saya sudah tamat dan memiliki ijazah SMPN 5 Koto XI Tarusan. “Jelasnya.

Ia menegaskan, terkait persoalan ijazah yang disebut-sebut palsu, dirinya siap mempertanggungjawabkan secara hukum. Ia pun memastikan tidak mungkin ijazah tersebut palsu atau direkayasa, karena kala itu ia melanjutkan sekolah ke SMA menggunakan ijazah tersebut. “Saya menduga ini hanyalah kepentingan politik seseorang untuk menjatuhkan nama baik saya pada tahun politik sekarang. ”Ucapnya lagi.

(WH).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *