KOTA TASIKMALAYA, || Eros Rosid salah satu CALEG daerah pemilihan (Dapil) 15 Jawa Barat menyatakan bahwa pemilu 2024 ini, money politik terindikasi masih menjadi penentu kelolosan. dari hasil pantau di lapangan, tidak sedikit yang melakukan eksekusi atau sedekah politik dalam berbagai jenis, bahkan terindikasi ada juga yang disertai ancaman pencabutan dari Program Bansos.
Ini membuat masyarakat yang masih memiliki nurani dan berprinsip “Terima Uangnya, Tidak Coblos Orangnya” luluh. Karena takut kehilangan Bansos yang padahal kebijakannya ada di Pemerintah melalui Kemensos.
Oleh rakyat, semua amplop diterima. Ada salah satu orang menerima amplop dari lima caleg yang tidak mau menyebutkan namanya, Akibatnya banyak kertas suara yang rusak karena ada lebih dari satu nama caleg yang dicoblos.
“Masyarakat tidak berpikir, apakah surat suara akan rusak. Yang penting menerima amplop dari lima caleg atau lima partai berbeda, semua yang memberi dicoblos supaya tidak merasa punya utang. Walau kertas suara rusak, bukan urusan mereka. Yang penting mereka sudah melaksanakan amanah, dapat amplop, dicoblos,” Ujar Eros Rosid Rabu 20 Februari 2024.

Fenomena ini membuat kita tidak benar harusnya mengajak semua kalangan untuk kembali pada tujuan berpolitik. “Tujuan kita adalah memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, bukan membodohi masyarakat dengan cara menghargai mereka hanya dengan uang. Itu membuat mereka tidak punya idealisme, yang ada pragmatisme,” Terang Eros Rosid.
“Sampai kapan kondisi ini kita biarkan terjadi? Apakah rakyat akan kita didik dengan cara seperti ini? Kalau rakyat makin cerdas ya seperti tadi: amplop diterima, uang diterima, calon dicoblos semua. Kalau dulu kan ada slogan ‘terima amplopnya, jangan pilih orangnya” Kata Eros Rosid.
Mereka punya beban kalau tidak memilih orangnya. Ya sudah, terima amplopnya, pilih orangnya walau dicoblos semua,” selesai itu lah yang didapati di lapangan makanya banyak juga kertas rusak suara hilang itu laporan dari Tim saya di lapangan, sama saja ada juga Caleg yang tidak turun dan tidak pernah sosialisasi ke warga dan tidak dikenal bagaimana mungkin ada suaranya tapi fakta di KPU suaranya melebihi suara kita yang telah turun dan bersosialisasi dan berbusa memberikan edukasi kepada masyarakat.
Demi perubahan di Jawa Barat sudah jelas kita memperjuangkan hak Kelas Pekerja, tapi masih lebih banyak yang tidak menyadari bahwa dirinya Buruh yang kenaikan Upahnya adalah hasil Perjuangan kita setiap Tahun. Mereka lebih memilih Caleg yang memberikan sogokan 150rb untuk lima tahun, daripada Caleg yang selalu konsisten memberikan tambahan penghasilan setiap bulan, 5 Tahun ke depan hasilnya juga mengecewakan! Itu lah keadaan Pimilu 2024 saat ini. “Tuturnya Eros Rosid Kepada media ini.
” Bagaimana Jawa Barat akan maju dan berkeadilan kita terima saja apa adanya saya tidak kecewa hasil pemilu ini mudah-mudahan legislator yang terpilih 5 tahun ke depan sebagai anggota DPR RI, DPRD PROVINSI, DPRD Kota/Kab terbaik dan membawa perubahan untuk Jawa Barat yang dapat membawa inspirasi masyarakat Jawa Barat dan membangun Jawa Barat lebih Maju bukan lagi memikirkan mengembalikan berapa banyak uang yang dibuang demi mendapatkan suara rakyat sehingga rakyat juga menanggungnya. “Pungkasnya Eros Rosid.
(Rizal)





