PADANG PARIAMAN, || Dalam upaya membentuk generasi muda yang sadar akan pentingnya kesehatan sejak usia dini, pada hari kamis tanggal 16 Juli 2026 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) menggelar program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Kegiatan yang dipadukan dengan aksi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta gerakan menyikat gigi bersama ini dilaksanakan di SD Negeri 11 V Koto Timur, Nagari Gunung Padang Alai.
Program kerja strategis ini diinisiasi secara kolaboratif oleh mahasiswa KKN Unand dari berbagai lintas rumpun keilmuan demi memberikan dampak yang optimal bagi para siswa. Kegiatan ini juga didampingi Dr. Jumsu Trisno, M.Si sebagai Dosen Pembimbing, serta Walinagari Gunung Padang Alai Alpendo, SE.
Dari rumpun kesehatan, kegiatan ini dikoordinasikan oleh Muhamad Rafid Ridho, Kaila Fertiani, dan Sheila Shafa Dewi Azzahra. Sementara itu, dari rumpun pendidikan digawangi oleh Lailatul Fauza, Rafles, dan Egga Difta Olivia.
Keberhasilan program ini juga tidak terlepas dari dukungan penuh anggota tim lainnya, yaitu Muhammad Ridho Kurnia, Iqbal Gunawan, Awlya Rahma Sadri, Afif Mubaraq Rabbani Chalid Althaf, Gledys Dina Umara, Muhammad Rauuf Ramadhan, dan Rafi Almahdy, serta kerja sama yang baik dengan pihak otoritas sekolah.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pendekatan dan perkenalan untuk menciptakan suasana yang akrab, yang kemudian dilanjutkan dengan kuis awal interaktif guna mengukur pemahaman awal siswa mengenai kebersihan diri.
Masuk pada materi utama, edukasi PHBS disampaikan melalui kombinasi pemaparan yang menarik, diskusi berkelompok, permainan edukatif, serta kuis interaktif. Topik yang diangkat meliputi esensi mandi secara teratur, menjaga higienitas ruang kelas, konsumsi nutrisi seimbang, olahraga, hingga tata cara pembuangan sampah yang benar pada tempatnya untuk menjaga kesehatan lingkungan sekolah.
Memasuki sesi berikutnya, fokus beralih pada pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) sebagai langkah preventif terhadap penularan berbagai penyakit infeksi. Fasilitator memaparkan secara detail dan mendemonstrasikan enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai rekomendasi World Health Organization (WHO).
Usai demonstrasi tersebut, seluruh siswa langsung mempraktikkan metode cuci tangan yang higienis secara mandiri dengan bimbingan intensif dari para mahasiswa KKN beserta tenaga
kesehatan yang mendampingi dilapangan.
Edukasi kemudian diperluas ke sektor kesehatan gigi dan mulut, di mana para siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya merawat gigi serta periodisasi waktu menyikat gigi yang tepat.
Setelah mendengarkan penjelasan teknik menyikat gigi yang benar dari fasilitator, para siswa melakukan aksi menyikat gigi massal di area sekolah menggunakan perlengkapan yang telah dibawa masing-masing.
Disela-sela kegiatan praktik ini, tim KKN juga menyelipkan sesi ice breaking untuk mengembalikan konsentrasi, memompa semangat, serta menjaga antusiasme seluruh peserta. Sebagai parameter keberhasilan program, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan kuis akhir interaktif.
Hasil evaluasi akhir menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan, dimana mayoritas siswa mampu menjawab pertanyaan dengan tepat serta memperagakan kembali teknik CTPS dan menyikat gigi secara mandiri.
Sedangkan pihak sekolah menyambut positif inisiatif ini dan berharap agar edukasi tersebut dapat menumbuhkan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan demi menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan kondusif bagi proses belajar mengajar.
(WH).






