KUPANG, || Dalam memanfaatkan setiap potensi desa baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia, Pemerintah Desa Tuntun, Kecamatan Meomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana mendorong kaum muda untuk mandiri dan berdaya saing dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Hal itu disampaikan Kepala Desa Tuntun, Jefrianus Bana saat acara Natal dan Tahun Baru bersama Orang Muda Khatolik (OMK), Mahasiswa dan Pelajar di Kantor Desa Tuntun, Rabu, (03/01/2024) malam.
Dalam sambutannya, Jefrianus Bana mengajak kaum muda untuk bersama melihat berbagai sumber potensi yang dapat dimaksimalkan nilai guna sebagai lahan produktif dalam menciptakan lapangan kerja di desa bagi keberlangsungan dan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat.
“Untuk merawat keberlangsungan dan keberlanjutan kesejahteraan masyarakat, tentu pertumbuhan ekonomi menjadi basis. Terhadap hal itu, maka perlulah dibuatkannya terobosan-terobosan baru dalam memaksimalkan setiap potensi yang ada. Anak muda harus jadi penggerak utama, sehingga kita berencana dalam waktu dekat ini akan ada beberapa program yang diusung dan tentu didukung penuh,” ungkap Jefrianus Bana.
Diungkapnya hal itu sebagaimana himbauan Pemerintah Pusat hingga Pemerintah Daerah bahwa fenomena perdagangan manusia telah menjadi ancaman nyata bagi generasi dalam mengakses dunia kerja.
“Banyak sekali tenaga kerja yang disuplai ke luar negeri terutama di kalangan muda. Setiap tahun tidak sedikit yang dikirim pulang dengan keadaan meninggal. Ini sebagai akibat dari perdagangan manusia yang semakin hari mengancam keberlangsungan generasi. Untuk mengantisipasi itu, pemerintah desa harus memfasilitasi kepentingan kaum muda dalam mengakses pekerjaan,” kata Jefrianus saat diwawancarai wartawan media ini.
Sementara terkait program, Jefrianus berencana melalui refitalisasi BUMDes dirinya berkomitmen untuk melakukan beberapa program yang salah satunya yaitu pemanfaatan sumber potensi desa baik itu di bidang UMKM maupun potensi komoditi di desa.
“Untuk melepas ketergantungan anak muda yang sudah berkeluarga, kita upaya untuk mereka bisa diberdayakan dalam menangkap peluang usaha, baik melalui setiap hasil alam yang dimiliki masyarakat maupun usaha lainnya. Di Tuntun ini, banyak sekali komoditi alam seperti kemiri, kacang tanah, jagung dan lain-lain yang setiap tahunnya dipasarkan keluar melalui tengkulak bahkan mencapai 10 ton. Dengan difasilitasi modal maka mereka tidak lagi harus pasarkan tenaga kerja keluar daerah. Ini selain hadirkan lapangan kerja, tentu ikut berkontribusi bagi pembangunan di Desa Tuntun,” ujar Jefrianus.
Jefrianus juga mengungkap bahwa keterlibatan kaum muda tidak hanya berbatas pada akses pekerjaan namun ikut aktif dalam setiap kegiatan sosial kemasyarakatan, gereja dan pemerintah.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Desa Tuntun, Fance Tanesi menyinggung fenomena pemanasan global sebagai dampak dari pembangunan yang abai terhadap aspek ekologi.
Atas hal itu, dirinya mengaku telah menjalankan beberapa kegiatan di lintas kaum muda, Mahasiswa dan Pelajar dengan melakukan aksi nyata berupa penghijauan dan pembersihan ruas jalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer.
“Kegiatan-kegiatan ini sudah berlangsung setiap tahun di momen liburan natal dan tahun baru. Selain bersihkan ruas jalan untuk kenyaman para pengguna, kegiatan penghijauan sangatlah penting untuk menjaga alam dari keasriannya,” ujar Fance.
Lebih lanjut, Maria Banu Ketua Panitia acara natal dan tahun baru bersama mengaku kegiatan tersebut sangatlah mengedukasi.
“Sebagai kaum terpelajar saya berharap negara melalui pemerintah desa juga bisa turut perhatikan nasib generasi soal pendidikan. Karena kita di Tuntun juga banyak yang berprestasi dan punya potensi diri, tapi keterbatasan ekonomi keluarga akhirnya banyak anak juga yang tidak bisa lanjut sekolah. Dengan kegiatan yang mengedukasi ini, kami harap persoalan pendidikan di desa juga bisa diperhatikan,” tutur Banu yang juga Mahasiswa aktif.
(Dessy)






