SUMBA BARAT DAYA || Pertumbuhan pelayanan pastoral konseling dalam jemaat adalah suatu perkembangan atau kunjungan yang sangat dibutuhkan dalam kalangan Agama Kristen, baik secara kualitas maupun secara kuantitas.
Dalam pelayanan pertumbuhan rohani jemaat, sebagian orang Kristen tidak taat dan tidak lagi serius untuk mencari Tuhan dan memuliakanNya. Disinilah terlihat tidak seimbang dalam pertumbuhan Iman Jemaat, dalam mewujudkan pertumbuhan rohani jemaat, hamba Tuhan perlu memiliki beberapa kemampuan antara lain, mengajarkan jemaat dengan melakukan Penelaan Alkitab (PA).
Adapun kualifikasi hamba Tuhan diantaranya sudah mengalami lahir baru, mengalami pertobatan yang sejati, memiliki panggilan yang jelas, dan mengerti dasar-dasar pastoral konseling. Pentingnya pelayanan pastoral konseling dapat dilihat dari pelayanan hamba Tuhan dalam pertumbuhan rohani jemaat, kualitas kehidupan rohani anggota jemaat serta peran anggota tubuh Kristus sesuai karunia Roh Kudus.
Hamba Tuhan yang memiliki pelayanan pastoral konseling memiliki pelayanan yang berarti hamba Tuhan yang aktif dalam melaksanakan penginjilan, setia melaksanakan pengajaran bagi pertumbuhan kerohanian, memotivasi setiap anggota jemaat seperti tubuh Kristus dalam perannya sesuai dengan karunia Roh Kudus serta berperan dalam memberi saran dalam membangun relasi dengan sesama untuk mencapai tujuan atau keadaan tertentu.
Demikian jemaat dapat menyadari hidupnya adalah hamba yang dipanggil dan dibetulkan melalui Firman Allah, dan ia memiliki tanggung jawab dihadapan Tuhan, dalam melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus sang kepala yaitu untuk menjadi berkat bagi banyak orang.
Pastoral Konseling adalah sebagai bagian integral dari hidup pelayanan setiap hamba Tuhan (Pendeta, Penginjil) agar memiliki dasar-dasar pastoral konseling dalam kaitannya dengan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh jemaat lokal masa kini, setiap tingkah laku manusia serta memberikan pelayanan pastoral konseling yang efektif, karena konseling yang efektif membutuhkan baik hubungan yang penuh perhatian dan pengertian akan fungsi manusia, dalam menangani orang-orang yang tertekan. Sehingga mampu memahami dan melengkapi karakter pertumbuhan rohani, melalui pastoral konseling dan mengenali gejala dari pelayanan seorang hamba Tuhan atau Gembala kepada jemaat yang dilayani, dalam hal ini gembala memberikan bimbingan kepada jemaat yang dilayaninya.
Roma 8:29 Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung diantara banyak saudara. Dalam ayat ini menjelaskan bahwa tujuan ketaatan dari setiap murid Tuhan Yesus adalah menjadi serupa dengan-Nya. Keserupaan yang dimaksud dengan karakter Tuhan Yesus. Untuk menjadi seorang murid Yesus Kristus, maka sudah selayaknya menjadikan Yesus Kristus sebagai teladan dalam kehidupan kita sebagai tebusan-Nya.
Dalam pelayanan pastoral konseling perlu mempunyai tujuan yang jelas, tujuan dari pastoral konseling ini tidak terlepas dari pemberitaan Firman Tuhan. Tujuan utama ini yang terlihat dari dalam pelayanan Yesus Kristus terhadap pribadi-pribadi dan kelompok-kelompok untuk membawah mereka dalam rencana Allah.
“Hal ini merupakan prioritas tertinggi bagi Yesus, saat ia melakukan pelayanan, demikian juga dengan pelaksanaan pasroral konseling perlu mempunyai tujuan yang jelas dan yang pasti yaitu pastoral harus membawah konsili untuk keluar dari masalah dan untuk mengetahui rencana Allah dalam kehidupannya. Adapun tujuan pelaksanaan konseling pastoral.”
Memberitakan Injil dan Menerima Yesus Sebagai Juruselamat Pribadi
Pemberitaan Injil adalah tugas sebagai setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus yang sebagai sumber Kehidupan. Tugas ini diberikan Tuhan Yesus sebelum ia naik ke sorga. Ia memberikan perintah atau kepercayaan kepada murid-murid-Nya agar mereka meneruskan kabar sukacita ini bagi sesama umat-umat-Nya demikian “pergilah dan jadikan semua banggsa murid-Ku” (Mat. 28:19). Istilah ini untuk menjadikan semua bangsa murid-murid-Ku adalah suatu perintah Tuhan yang bersifat universal bagi semua orang yang percaya bagi Yesus Kristus,untuk memberitakan Injil.
Perintah ini tidak hanya dikhususkan bagi murid-murid pada saat itu tetapi kepada setiap orang percaya sepanjag masa, yaitu para konselor Kristen yang percaya kapada Yesus Kristus Sang Juruselamaat kita, dan meyakini Alkitab sebagai sandaran dan otoritas tinggi dalam hidupnya.
Keselamatan telah dinyatakan oleh Allah dengan mengutus anak-Nya yang tunggal kedalam dunia untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya kepada-Nya (bnd. Yoh. 3:16). Dengan demikian para konselor perlu menolong para konseling agar mengenal Yesus Kristus secara pribadi dan menerima-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat-Nya. Tujuan ini dijelaskan oleh Garry Collins bahwa para konselor Kristen hendanya memperkenalkan Tuhan Yesus kepada para konseling sebagai Tuhan dan Juruselamat Manusia.
Oleh karena orang Kristen percaya bahwa, bahwa Allah menciptakan langit dan bumi serta segala isinya, dan menolong yang ada dengan Firman-Nya yang penuh kuasa (ibrani 1:1-3). Allah menciptakan manusia dengan segala kebebasannya (1 Yoh 1:8-9) dan Kristus mati untuk menebus seggala dosa dan kesalahan kita (Ibrani 7 :24-25; 1 Tim 2:4-6).
Dalam pelayanan pastoral konseling penru mempunyai tujuan yang jelas, tujuan dari pastoral konseling ini tidak terlepas dari pemberitaan Firman Tuhan. Tujuan utama ini yang terlihat dari dalam pelayanan Yesus Kristus terhadap pribadi-pribadi dan kelompok-kelompok untuk membawah mereka dalam rencana Allah.
“Hal ini merupakan prioritas tertinggi bagi Yesus, saat ia melakukan pelayanan, demikian juga dengan pelaksanaan pasroral konseling perlu mempunyai tujuan yang jelas dan yang pasti yaitu pastoral harus membawah konsili untuk keluar dari masalah dan untuk mengetahui rencana Allah dalam kehidupannya. Adapun tujuan pelaksanaan konseling pastoral.”
Memberitakan Injil dan Menerima Yesus Sebagai Juruselamat Pribadi
Pemberitaan Injil adalah tugas sebagai setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus yang sebagai sumber Kehidupan. Tugas ini diberikan Tuhan Yesus sebelum ia naik ke sorga. Ia memberikan perintah atau kepercayaan kepada murid-murid-Nya agar mereka meneruskan kabar sukacita ini bagi sesama umat-umat-Nya demikian “pergilah dan jadikan semua banggsa murid-Ku” (Mat. 28:19). Istilah ini untuk menjadikan semua bangsa murid-murid-Ku adalah suatu perintah Tuhan yang bersifat universal bagi semua orang yang percaya bagi Yesus Kristus,untuk memberitakan Injil.
Perintah ini tidak hanya dikhususkan bagi murid-murid pada saat itu tetapi kepada setiap orang percaya sepanjag masa, yaitu para konselor Kristen yang percaya kapada Yesus Kristus Sang Juruselamaat kita, dan meyakini Alkitab sebagai sandaran dan otoritas tinggi dalam hidupnya.
Penulis: Maria Cappa Kaka Mahasiswa Universitas katolik Weetebula
(MSS*)






