SERGAP.CO.ID
KUPANG, || Melalui proses mediasi, persoalan Yayasan Agape Kupang yang telah lama menjadi sorotan publik akhirnya mencapai titik terang dalam konflik internal. Sebab selama kurang lebih satu tahun terlibat dalam pertikaian yang mengganggu kinerja yayasan akhirnya menemukan titik terang sehingga pihak-pihak yang berseteru berhasil menciptakan kedamaian dan keharmonisan, bertempat di Lantai 3 Kantor Sinode GMIT, Selasa, 21/11/23
Proses mediasi yang dipandu oleh pihak Majelis Sinode GMIT sebagai Lembaga tertinggi dalam Oraganisasi tersebut, telah menghadirkan perwakilan dari kedua kubu, berhasil menemukan solusi terbaik bagi kepentingan bersama.
Ketua MS GMIT dalam Konfrensi Pers hari Ini juga menghimbau kepada Media-media di NTT agar membawa diri sebagai jurnalisme damai, bukan bukan memperuncing persoalan demi mementingkan Klik, Namun harus membawa damai.
Kehadiran teman-teman media ialah memberikan dukungan bagi kedua belah pihak yang telah bersepakat damai dan mendukung perdamaian didalam gereja yang saat ini mengalami persoalan, agar tercapai restorasi justice (keadilan yang memulihkan)” ujar Pdt. Mery Kolimon.
Mery Kolimon menuturkan, bahwa kami patut bersyukur dan berterimakasih kepada kebesaran hati kedua belah pihak yang telah berdamai dan telah mendengarkan nasihat-nasihat hukum dari kedua pengacara yang memberikan prespektif hukum yang kuat bagi kedua kubu ini dan memberikan perhatian pada gereja agar kembali melaksanakan perannya dengan baik ” Ucap Ketua MS GMIT, Pdt. Mery Kolimon.
Sementara itu Paul Dima dalam kesempatannya menyampaikan Rasa Syukur dan Terimakasih atas masalah jemaat GMIT Agape Kupang yang telah selesai dengan damai.
“Kita Sama-sama kembali bergandeng tangan untuk melanjutkan tujuan kita yaitu salah satunya membangun Gereja dan memperhatikan sekolah kristen Hosana lebih maju lagi, dan kita menggunakan Hukum tertinggi itu Kasih dan keadilan tertinggi adalah perdamaian, Paul juga sempat meminta permohonan maaf secara tulus kepada Jeri Manafe dan keluarga, serta tokoh-tokoh gereja keluarga berkaitan dengan sebuah video yang di unggah dan viral sebelumnya, Paul Dima mengajak kembali untuk sama2 komitmen dan terus berkomunikasi dan memberikan pelayanan yang baik bagi GMIT Agape.
Sementara itu Pdt. Yandi Manobe menyampaikan semua orang di berikan kesempatan untuk bersalah namun untuk menyelesaikannya dengan kasih itu tidak semua orang, kasih adalah kebaikan yang tidak terpatahkan oleh apapun, tidak akan pernah berubah jadi kebencian, Yandi meyakini proses perdamaian ini akan membuat Agape semakin Solid dan kuat di situ Kasih itu di nyatakan,
Yandi Manobe juga mengucapkan terimakasih kepada Polda NTT dan Majelis Sinode GMIT dan semua pihak yang memberikan dukungan sehingga Perdamaian bisa tercipta, selesai ini kita akan berjuang sama-sama dan memberikan pelayanan bersama-sama dan semua org di Agape.
Sementar itu Jeri Manafe menyampaikan rasa syukurnya atas perdamaiaan yang terjadi sehingga melalui peristiwa ini di harapkan persoalan Agape tidak ada Jilid 3, tidak ada lagi konflik selanjutnya, terimakasih kepada Ibu ketua Sinode yang melalui tangannya masalah ini dapat terselesaikan.
Kesepakatan perdamaian ini akan di tandatangani berita acara perdamaian dan akan ke Polda untuk menyampaikannya.
Ketua Yayasan Agape Kupang menegaskan komitmennya untuk memastikan transparansi dan tata kelola yang baik di masa mendatang. “Kami belajar dari pengalaman ini dan akan memastikan bahwa ke depan, yayasan ini akan lebih kuat, bersatu, dan fokus pada tujuan mulianya,” ujarnya.
Kesepakatan damai ini memberikan harapan baru bagi Yayasan Agape Kupang, memungkinkan mereka untuk kembali memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dengan semangat yang lebih kokoh dan penuh dedikasi. Semoga kesepakatan ini menjadi tonggak penting bagi perjalanan yayasan ini menuju pencapaian tujuan yang lebih besar dan lebih baik.
Dengan terciptanya kesepakatan damai ini, diharapkan Yayasan Agape Kupang dapat melanjutkan kegiatan-kegiatan sosial dan pendidikan mereka dengan lebih efektif serta memberikan dampak positif yang lebih besar bagi masyarakat.
(DESSY)






