Nelayan Mengeluh, Bupati Bintan harus Bertindak

SERGAP.CO.ID

BINTAN, || Pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidii untuk nelayan,yang berada di Kelurahan Kijang kota,Kecamatan Bintan Timur,Kabupaten Bintan Provinsi Kepri menjadi sorotan tajam di kalangan masyarakat.

Bacaan Lainnya

Pasalnya,sejumlah pengusaha ikan dan Nelayan kesulitan di dalam pengisian BBM.

Tak pelak hal ini membuat Nelayan yang ada di wilayah kabupaten Bintan pun tidak dapat melaut.
Seperti diungkapkan salah satu Nelayan yang duduk bersama rekannya serta seorang pengusaha pengepul ikan kepada media ini di Kota Kijang (6/10/2023).
Pria berambut ikal ini mengatakan”Kami tak melaut bang, tak bisa mengisi minyak.Karena kebijakan pemerintah sekarang.Harus secara online,dan menunggu rekom yang dikeluarkan oleh dinas terkait.Sementara sekarang ini menurut informasi,kalau sistem online gangguan.Jadi kami tidak bisa mengisi BBM.kalau kita tanya soal rekom,Dinas Kabupaten dan Dinas Propinsi terkesan saling melempar.Sementara stock BMM di pangkalan minyak,ada.Bingung kita bang ,Ungkapnya heran.

Hal ini juga diamini seorang pengusaha ikan,”Kalau dulu kami mengisi BBM secara manual,dan biasanya awal bulan paling lama tanggal 5,minyak sudah tersalurkan dan semua lancar.Namun sekarang kami kesulitan,karena belum dapat BBM.Alasannya sekarang menggunakan sistem online. Sementara pak, peralihan dari manual ke bentuk sistem online tidak pernah di sosialisasikan,oleh dinas terkait.Dan terus terang saya selaku pengusaha menganggap kebijakan. pemerintah ini terkesan tidak pro rakyat.

Disisi lain Suardi ,yang Menjabat sebagai mandor salah satu depot pengisian BBM menjelaskan” Minyak ada pak,namun kami belum bisa meyalurkan ke Nelayan.Karena harus ada rekomindasi dari dinas terkait.Kalau ada rekom,tetap kita berikan ke Nelayan.Jelasnya

Pantauan media ini pun di areal Pengisian BBM,tampak ratusan kapal -kapal nelayan terparkir mengantri BBM.

Melihat kenyataan ini,Fera Andryani selaku pengurus HNSI provinsi Kepulauan Riau (Kepri), yang berdomisili di Kabupaten Bintan angkat bicara.”Kami sangat prihatin dengan Nasib Nelayan,yang terkesan di persulit dalam pengisian BBM,Kami berharap kepada dinas terkait dan Bupati Bintan secepatnya mengatasi persoalan ini.Kalau pemerintah terkesan lambat,kami dari wadah siap untuk mengawal pendidtribusian BBM.Karena.persoalan ini menyangkut hidup orang banyak.Tegasnya

(Maniur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *