Pembangunan Infrastuktur Air Minum (DAK -Affirmasi) Tampak Mengenaskan, Tak Setetes Air Pun Yang Diharapkan Masyarakat Bisa Dinikmati

SERGAP.CO.ID

BINTAN, || Proyek Pembangunan System Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir,Kabupaten Bintan,Provinsi Kepulauan Riau (Kepri),yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Bintan Tahun 2019, proyek yang diberi nama kegiatan Pembangunan Infrastuktur Air Minum (DAK -Affirmasi) tampak mengenaskan.

Bacaan Lainnya

Sejak proyek berbiaya hampir mencapai milyaran rupiah selesai dikerjakan, namun tak setetes air pun yang diharapkan masyarakat bisa dinikmati.

Banyaknya laporan yang diterima media ini soal Proyek yang di keluhkan masyarakat.
Selasa (19/09/2023), media ini bersama tim kerja melakukan investigasi ke desa tersebut.

Dari pantauan media ini,terlihat instalasi pipa yang dilengkapi dengan meteran air, sudah terpasang disetiap rumah warga di dua RT. Yaitu, RT 07 dan 08/ RW 04 Numbing satu.Namun, air yang diharapkan masyarakat tak pernah ngucur.

Melihat ke datangan Tim kerja sedang melakukan investigasi,warga terlihat sangat antusias, menyampaikan keluhannya “iya pak. Air SPAM ini tak pernah mengalir ke rumah kami. Kalau nggak salah, proyek ini dikerjakan tahun 2019, “ujar seorang ibu rumah tangga yang di amini tiga orang rekannya,bahkan seorang ibu lainnya terlihat sangat geram melihat hasil proyek yang sudah diselesaikan di kerjakan.Coba bapak lihat aja sumur air nya layak tak pak,untuk dikonsumsi masyarakat, “ucapnya heran dan kesal di depan Balai Serbaguna RT 008 / RW 004, desa Numbing.

Tak jauh dari tempat ibu-ibu yang sedang mengobrol itu, seorang pria berkulit gelap tampak sedang beristirahat di depan rumahnya, ditanya tentang pendistribusian air SPAM, pria ini langsung berucap, “saya pikir, pejabat yang terlibat dalam proyek ini sangat keterlaluan. Soalnya, mulai dari selesai dibangun, tak pernah ada air yang keluar dari pipa yang dipasang ke rumah warga. Bahkan, pipa nya pun pernah diganti. Meskipun air tak pernah ngucur, “ujarnya geram.

Menindak lanjuti keluhan masyarakat, (20/09/2023) Heryudo, Kepala desa (Kades) Numbing pun dikonfirmasi Terkait proyek tersebut. Menurut pak Kades, “Saya belum menerima laporan masyarakat soal keluhan mereka.Dan juga proyek itu Belum ada penyerahan nya dari pihak pemkab Bintan ke pihak Desa,jadi kita belum bisa mengambil tindakan soal proyek itu.

Ditambahkannya,Kalau pun ada keluhan warga,seharusnya melapor ke perangkat Desa mulai dari tingkat bawah.Jadi ada dasar kita, “ungkap kades yang baru dilantik Desember 2022 Tahun lalu.

(Maniur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *