BANDUNG || Program Sumur bor yang diprakarsai oleh Kementrian RI PUPR sejak tahun 2019 hingga sekarang belum maksimal dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia semua masih gagal dan berfolemik sampai sekarang.
Proyek gagal Sumur Bor (artesis), oleh pihak terkait tidak ada tindak lanjut. sudah ada rapat 2 kali sampai saat ini dari BKM sendiri belum ada datang kelokasi keberadaan sumur artesis tersebut.
Ini menurut salah satu warga Mangkurat dari Rt. 06 Rw.06 kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati Kota Bandung, keluhkan hal tersebut yang membutuhkan air tersebut.
Lebih lanjutnya lagi, Harapan saya dan warga tentunya terkait kendala dari sumbatan agar airnya bisa keluar dengan kedalaman 85 meter hasil dari geolistrik dapat mengeluarkan air dan lancar supaya airnya bisa digunakan oleh warga sekitar Rt.07 Rw. 06 Kelurahan Jatihandap Kecamatan Mandalajati kota Bandung Jawa Barat
“Pipa yg dimasukan hanya 55m dikarenakan ada sumbatan di dalamnya yang seharusnya dalamnya menurut geolistrik 85 meter akan menghasilkan air”. cetusnya.
Mirisnya lagi dari Badan Keswadayaan masyarakat saat ini terkesan lepas tangan. Alasannya klasik, tidak ada anggaran untuk membenahi sumur bor hasil karya Kementrian PUPR dan Lembaga terkait di DPKP3 kota Bandung.
Lanjut warga Rt.07 Rw. 06 anggaran 100 juta yang diperuntukan untuk sumur bor tersebut hingga saat ini tidak berjalan dengan baik dikarenakan hasil dari pengeboran hanya sampai 55 meter, karena terkendala didalamnya ada penyumbatan sehingga tidak berjalan sesuai harapan.
“warga Rt. 07 Rw. 06 Kelurahan jatihandap merasa dirugikan dengan adanya program tersebut.”
Pelaksana proyek badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Jatihandap dengan warga sudah melakukan dua kali pertemuan rapat intern dalam menindaklanjuti persoalan sumur bor tersebut.
Untuk pelaksana teknis (KSM) kelompok swadaya masyarakat tidak ada kelanjutannya hingga saat ini, ada apa?
menurut salah seorang warga dari Lembaga Perlindungan konsumen kota mandung, Mangkurat yang sapaan akrabnya pak Mangaku, mengatakan kepada jurnalis Sergap.co.id dirumah kediamannya jalan Jatihandap Gang sumitra no 192 Rt. 06 Rw. 06 kelurahan jatihandap Kecamatan Mandalajati kota bandung. pada Jumat ( 4/8/23).
Proyek sumur Bor ini gagal dan tidak sesuai dengan harapan warga, disini yang bertanggungjawab siapa?
lebih lanjutnya lagi, dengan Anggaran yang fantastis menurut saya, 100 juta itu bukan uang sedikit karena senilai itu seharusnya program sumur artesis ini bisa digunakan dan dunikmati secara baik dan lancar oleh masyarakat sekitarnya.
Mangkurat, Sebut : Sumur Artesis ini Bisa Menampung untuk Kebutuham 3 Rt, ini Alasannya
“”Itu proyek tahun 2019 artinya sudah hampir 2 tahun, proses air bor ini tidak mengalir dengan baik dikarenakan cara pengerjaannya tidak sesuai harapan. ,” ucapnya.
lembaga DPK3 kota bandung mohon segera memberikan solusinya, agar kasus pengeboran Sumur artesis segera diperhatikan dan di perbaiki kembali dengan nilai 100 juta rupiah. dari Kementrian PUPR tidak berjalan mulus?
Pelaksana proyek badan keswadayaan masyarakat kelurahan Jatihanda dan pelaksana teknis KSM kelompok swadaya masyarakat belum melakukan gerakan yang signifikan untuk kasus ini.
Anggaran 100 juta tersebut hasilnya Gagal dan tidak memenuhi kebutuhan warga kami.
yang menjadi kendala airnya tidak keluar hanya sedikit yang seharusnya di bor dengan kedalaman 85m hasil dari geolistrik.
“pipa yg dimasukan hanya 55m dikarenakan ada sumbatan didalamnya”. ungkapnya
(Red**)






