SERGAP.CO.ID
SUMBA TIMUR, || Kodim 1601/Sumba Timur menggelar kegiatan Pembinaan Komunikasi Sosial (Komsos) Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme tahun 2023. Dengan mengambil tema “Ideologi Pancasila sebagai benteng menangkal dari Radikalisme dan Separatisme”. Kegiatan digelar aula Makodim 1601/Sumba Timur Jalan Ir Sukarno No 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten SumbaTimur, Jumat (21/07/2023).

Acara dibuka oleh Dandim 1601/SumbaTimur Letkol Czi Aditya Triwirawan dan di hadiri Kasdim 1601/Sumba Timur Kapten Inf Sambudi, para Perwira Staf Kodim 1601/SumbaTimur,Wakapolres SumbaTimur Kompol M. Aris Sadikin SH, Kepala Pengadilan Negeri Sumba Timur Kls II Waingapu Bapak Victoris Purba, Kapolsek Waingapu Kota Ipda I. Ketut Muriadi, Danpos AL Letda Mar Rudi Hartono, Danpos AU Letda Lek Agus, Kepala Kantor Kementrian Agama Kab.Sumba Timur, Kabag KESBANGPOL SumbaTimur, Perwakilan PT PELINDO, Perwakilan Sat POL PP, Anggota Kodim 1601/ ST, Perwakilan PLN Kab. Sumba Timur, Bapak/Ibu Pimpinan Lembaga Ormas Sekabupaten Sumba Timur, Perwakilan Mahasiswa Unkris Wina Sumba Timur, Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 1601/SumbaTimur, Para Tokoh masyarakat, Perwakilan Pelajar.
Komandan Kodim 1601/Sumba Timur Letkol Czi Aditya Triwirawan dalam sambutannya mengatakan,Kegiatan yang kita laksanakan hari ini
merupakan pelajaran penting bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih mengetahui arti dan makna dari gerakan Radikal/sepratisme khususnya di wilayah kab. Sumba timur. pada dasarnya kegiatan ini diharapkan kita sebagai warga negara Indonesia mengerti dan paham apa itu radikalisme dan separatisme.
Perkembangan Globalisasi dan media sosial membawa dampak positif terhadap kehidupan masyarakat Indonesia berupa kemajuan ekonomi dan pembangunan. Disisi lain melalui media sosial juga bisa membawa masyarakat menuju ujaran kebencian, provokasi dan fitnah, idiologi yang salah, serta dapat menghasut masyarakat untuk melakukan hal-hal yang negatif, ujarnya.
Pancasila kita harapkan akan tetap utuh sampai kapan pun karena Pancasila merupakan dasar negara. Saat ini ada beberapa oknum yang salah memaknai paham radikalisme yang sempit dan menggabungkan dengan agama, sehingga menjadi paham yang salah dan bertentangan dengan Pancasila serta ajaran-ajaran agama yang sah dan sudah ditetapkan oleh pemerintah, katanya.
“Lanjut dikatakan, Peran serta seluruh masyarakat dalam mencegah Radikalisme dan Separatisme sangat di perlukan, terutama terhadap lingkungan sekitarnya dan mau membuka wawasan serta mengembangkan cara berfikir seluas-luasnya, bahu membahu untuk memberikan pemahaman yang positif dan merangkul seluruh komponen bangsa serta mengambil tindakan preventif untuk mencegah Raradikalisme/Separatisme agar tidak berkembang di wilayah NKRI, serta dapat menimbukan disintegrasi bangsa,” ujar Dandim Letkol Czi Aditya Triwirawan.
(Mss*”)






