SERGAP.CO.ID
KAB. KARAWANG, || “Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kotabaru Kabupaten Karawang , Iwa Hirana S. Pd. mengaku kecewa terhadap berita yang beredar di media online Sintesa News terkait Bullying Kepsek dan Guru guru terhadap siswa SD Non Muslim dipaksa pakai jilbabÂ
Dimana seharusnya, pihak wartawan harus berkoordinasi dahulu terhadap pihak sekolah dan juga PGRI.
“Saya kecewa, dengan pemberitaan hoax keputusan yang ditayangkan media online Sintesa berlanjut ke media youtuber yang saat ini timbul permasalahan. Seharusnya ini tidak terjadi, jika pihak wartawan melakukan koordinasi terlebih dahulu,” ucap ketua PGRI, Selasa (4/07/2023).

Berikut pernyataan Ketua PGRI Kotabaru ” Terima kasih semuanya perkenalkan saya Iwa Hirana SPD ketua PGRI cabang Kotabaru Pada hari ini saya akan membuat suatu pernyataan atau somasi terhadap apa yang disampaikan pemberitaan yang kurang benar di media. Media nya saya langsung Sebutkan yaitu media online sintesa. Selanjutnya ada di youtube, channel 88 menyatakan orang yang berorasi bahwa di SDN Jomin Barat 2. Itu guru-gurunya radikal bahkan sampai siswa nya Radikal….lucu sekali pendapatnya.
Ya guru-gurunya radikal bahkan sampai muridnya juga radikal ya dia berharap apa untuk kepala sekolah dan lainnya? Saya perjelas kepala sekolah Anda menyebutkan nama baik di media online maupun di YouTube ini menyebutkan nama kepala sekolah kepala sekolah saat ini tidak ada beliau lagi melaksanakan ibadah haji.

Anda menyebutkan nama Julaiha orangnya tuh nggak ada ini sangat tidak benar ya Kemudian Anda menyinggung tentang masalah Belva wajib menggunakan kerudung sama sekali tidak ada paksaan, saya kualifikasi saja semuanya agar tahu ya kemudian terjadi bullying apa Belva katanya dipukul sampai berdarah-darah itu namun tidak terjadi sama sekali.
Intinya ini yang berita disebarkan melalui media sintesa ya kemudian ada di youtube, channel 8. Apa itu semuanya ya dan saya mohon ya saya mohon untuk yang membuat berita ya tolong segera dihapus apa sebab orang tuanya sendiri dari Belva itu Ibu Desi dan ibu Desta Kalau nggak salah Ibu Desta sudah meminta dihapus, ya pemberitaan Itu, sebab itu tidak ada klarifikasi baik sama Ibu Ibu di atas sendiri maupun sama saya sebagai yang dituakan di organisasi anda hanya apa berkomentar anda hanya membuat suatu cerita yang dia gak ada tidak ada faktanya dilapangan perlu bukti Monggo silakan datang ke lapangan bahkan kami ya dari pihak sekolah SDN Jomin Barat 2 sudah dikunjungi didatangi yang pertama dari Ijen yang kedua kemarin itu dari Menko untuk mengadakan polisi saat ini mungkin hasilnya sedang diolah dari itjen datang terdiri dari dua tim tim yang pertama datang ke sekolah dan tim yang kedua itu datangnya ke rumah berapa itu sendiri ya hasilnya sedang diolah ya artinya apa apa yang diberitakan? media online kemudian di YouTube Itu semuanya kelak bahkan ada yang memposting meneruskan di FB di IG dan lainnya mohon Semuanya dihapus ya karena kalau tidak punya niatan baik untuk menghapus saya atas nama ketua PGRI cabang Kotabaru merasa terhina ya dan merasa nama baik sekolah Disdik Kabupaten Karawang bahkan sampai itjen itu katanya Pemberitaan itu membiarkan tidak ada adanya penyelesaian.
Saya lagi atas nama ketua PGRI cabang Kotabaru ya untuk pembuat berita segera menghapus dan kau tidak menghapus saya akan buatkan laporan di Polsek terdekat. ” Tutup ketua PGRI sa’at konfrensi Pres.Â
(Liputan : Ahmad Z)






