SERGAP.CO.ID
KUPANG, || Bobby Famdale mengibarkan panji perjuangan maju sebagai Calon anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Tak tanggung-tanggung dirinyapun mengusung paradigma filosofis, ‘Inilah Aku, Utuslah Aku’ sebagai dalil opini mamagnet konstituen. Filosofi ini bukannya tanpa alasan, keberadaannya sebagai salah satu Anggota Kadin praktis menjadi parameter meneguhkan langkahnya untuk enjoy terbawa arus dalam heningnya demokrasi untuk maju bersama PSI dari Kecamatan Kota Raja dan Kota Lama sebagai Daerah Pemilihannya (DAPIL) nomor urut 2.
Pria kelahiran Kupang, 26 Februari 1975 ini memiliki raut yang elok di lintasan waktu dalam dunia demokrasi yang bertekad mengabdikan diri bagai lilin yang hangus terbakar demi menerangi wajah ‘gelap’ Demokrasi, yang sudah tentu berdasarkan visi-misi partai, juga visi dan misi serta program kerja Pemerintah Daerah Kota Kupang baik itu jangka pendek (RKPJD), jangka menengah (RKPJMD)dan jangka panjang (RKPJPD) untuk membangun Kota Kupang.
Dirinya juga berniat menjadi bagian dan berada bersama elite politik dan elite pemerintahan dalam menentukan kompas pembangunan dan kebijakan anggaran pembangunan di Kota Kupang.
Tetapi sebenarnya, siapa pria kalem yang lowprofile ini. Dia terkenal sebagai bisnismen yang merintis bisnis sparepart kendaran bermotor pada awalnya di sekitar tahun 2001, kemudian mengepakkan sayap merintis usaha baru showroom, perumahan era 2018 sampai detik ini, termasuk juga pembangunan infrastruktur rumah subsidi.
” Sebagai anak ketiga dari 5 bersaudara, saya memiliki tanggungjawab moril sejak orangtua ayah saya meninggal tahun 1981. Dengan usia yang relative masih muda yaitu umur 33 tahun, saya mulai membangun usaha bisnis sparepart kendaran bermotor. Puji Tuhan, usaha itu berjalan maksimal” tegasnya.
Kepada media ini, Bobby Famdale menuturkan kisah kehidupannya, ‘Sebelum saya memulai pekerjaan ini saya adalah seorang salesman 2 tahun, merantau bekerja ikut perusahaan orang, pernah menjadi agent asuransi dan pernah juga memimpin perusahaan di Jakarta hingga 11 bulan, kemudian saya terbeban kembali ke daerah untuk membangun dunia otomotif’.
Dan ketertarikannya terhadap dunia politik menjadikan sosok yang humble yang menyelesaikan pendidikan dasar di SD St. Yoseph 3 Kupang, SMP Santa Theresia dan SMAN 1 Kupang memiliki alasan kuat untuk membantu masyarakat Kota Kupang terkait masalah stunting, gizi buruk dari ibu dan balita yang sudah tentu berkolaborasi dengan pemerintah setempat. Kolaborasi kolaboratif itu diyakininya sebagai media efektif menuntaskan masalah klasik pembangunan kota Kupang berdasarkan pengalaman organisasinya sebagai REI, KADIN NTT dan Anggota APINDO, selain pengalamannya di bidang kerohanian yang dipercayakan sebagai seorang WORSHIP leader (WL), bidang MISI.
“Alasan saya ingin masuk dunia politik yaitu Misi, ketika kita melihat ke lapangan banyak warga kita yang masih susah. Dan lewat kesempatan ini saya juga ingin berbagi dengan masyarakat,” tuturnya
Ia menuturkan melalui ruang lingkup sebagai anggota DPRD, dirinya bisa menjadi berkat sesuai alkitabiah visi diberkati untuk memberkati sehingga dirinya termotivasi terjun memperjuangkan aspirasi masyarakat yang selama ini belum diperhatikan.
Dan ia memilih PSI sebagai kiblat politiknya, yang terkenal sebagai partai intoleran, partai yang berdiri tegak bersama pemerintah, anti korupsi, dan bisa berbuat terbaik bagi masyarakat.
“Saya juga siap membuka lapangan kerja, UMKM untuk itu saya akan lebih memperhatikan beberapa tempat lintas dekat dengan saya dan kurang menunjang artinya pemerintah belum belum bertindak sampe disitu dan saya akan memperjuangkannya” Janjinya.
Ditanya soal strategi pemenangan nanti dirinya menuturkan sesuai slogan PSI ” Hadir Untuk masyarakat” itu harus dilaksanakan. Apa yang menjadi keluhan masyarakat akan saya bantu dan saya tidak menunggu harus jadi baru bantu tetapi apa yang menjadi bagian kita pasti kita perjuangkan” ungkapnya.
(Dessy)






