Komputer Terbatas, Siswa UPTD SD Labat Ujian Sekolah Berbasis Komputer Memakai HP

Caption : Tampak situasi Ujian Sekolah UPTD SD Inpres Labat.

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Sebanyak 77 siswa SD Inpres Labat di Kelurahan Bakunase 2, Kecamatan Kota Raja Kota Kupang mulai menggunakan handphone (HP) android untuk mengikuti ujian sekolah (US) atau Asesmen Sumatif berbasis online, Senin,(15/5/ 2023) pagi.

Bacaan Lainnya

Sesuai Arahan Dinas Pendidikan Kota Kupang pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah Sekolah Dasar (SD) Tahun 2022/2023 dilakukan melalui sistem aplikasi online Google Form.

Untuk itu, Tidak ada komputer membuat para siswa harus membawa handphone android milik pribadi dari rumah yang dipinjamkan dari keluarga dan tetangga terdekat bahkan para guru untuk ujian sekolah.

Sebanyak 77 siswa kelas 6 di SD Inpres Labat ini terlihat khusuk dan tanpa gugup menyelesaikan puluhan soal yang disediakan dalam aplikasi di HP android mereka.

Kepala UPTD SD Inpres Labat, Marselina Selan  Ditemui media ini diruang kerjanya belum lama ini
menjelaskan sekolahnya baru pertama kali mengikuti ujian secara online.

“Ini baru pertama kali kami selenggarakan ujian secara online, kami tidak ada komputer sehingga anak-anak bawa hp android dari rumah yang dipinjam dari keluarga dan tetangga,” katanya

lanjutnya, jauh sebelum ujian, pihaknya sudah memberikan pelatihan beberapa kali sehingga saat pelaksanaan ujian untuk anak-anak kelas 6 tersebut bisa melaksanakannya tanpa kendala berarti.

Namun demikian, ada juga siswa tidak punya HP android hingga kesulitan mengoperasikannya saat ujian.

Sedangkan HP android yang digunakan, jelasnya, sebagian dibawa oleh anak-anak sendiri dari rumahnya. Sebagiannya lagi dipinjamkan dari HP para guru.

Caption : Kepala sekolah UPTD SD Inpres Labat, Marselina Selan.

Selain keterbatasan komputer, pihak sekolah juga terkendala dengan jaringan internet. Mereka harus mempersiapkan paket data masing-masing anak melalui persetujuan dari para orangtua bersama Komite untuk mempermudah mengakses jaringan internet.

” Sesuai arahan Dinas pendidikan pelaksanaan ujian online hanya untuk tiga mata pelajaran saja untuk itu saya langsung lakukan rapat dengan pengurus komite serta para orang tua siswa untuk mendapat putusan hasil pelaksanaan ujian sekolah. Karena keterbatasan Laptop, Maka diputuskan siswa menggunakan handphone Android dan pulsa data bersumber dari orang tua yang mayoritas kurang mampu untuk bisa menjangkau kebutuhan siswa seluruhnya” Jelasnya.

Selanjutnya ia menjelaskan sistem pengawasan kali ini menggunakan sistem silang menggunakan 4 ruang kelas dengan masing-masing berisi 20 -17 siswa ini diawasi oleh 4 orang yakni pengawas dari SDN Oetona, dan SDI Bakunase 2.

” Kami selalu berprinsip lulusan dari sekolah ini bukan hanya lulus tetapi harus berprestasi untuk disini ada program les tambahan yang diberikan untuk kelas 6. Alhasil, semua anak kami dapat mengisi ujian hari ini dengan baik” Tuturnya.

Dikatakannya, gedung SD Inpres Labat dibangun pada tahun 1980, Selama ini pernah mendapatkan bantuan dari Kementerian berupa pagar pada tahun 2020.

Ia berharap diberikan bantuan komputer dari pemerintah Kota Kupang untuk mempermudah proses ujian secara online.

“Kami sangat butuh sekali seperti saat seperti sekarang ini, supaya ujian bisa berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Salah satu peserta ujian mengatakan tidak nyaman mengikuti ujian dengan menggunakan hp android yang dipinjam dari tetangga.

“Hp ini saya pinjam dari tetangga, tidak nyaman ujian pake hp,” ujarnya.

Ia berharap kepada pemerintah Kota Kupang untuk membantu mengadakan fasilitas komputer untuk memudahkan siswa untuk mengikuti ujian secara online.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Okto Naitboho,S.Pd, M.Pd mengungkapkan Bantuan DAK bersifat terbatas mengingat PAD yang disiapkan pertahun diperuntukan hanya untuk 5 sekolah baik itu PAUD, TK, SD, dan SMP.

” Sejak Covid anggaran kita mengalami gangguan yang mengakibatkan keterbatasan anggaran. Biasanya dari dinas hanya bisa mengusulkan tetapi, penentuan Melalui Aplikasi Krisna DAK yang ditentukan sendiri Kemendikbud Ristek sehingga sebagian sekolah yang belum dapat” Jelasnya.

Ia juga menerangkan sekolah yang menjadi prioritas bantuan ini adalah sekolah yang terpinggir dan belum memiliki.

Untuk itu ia menghimbau sebagian sekolah yang belum mendapat untuk bersabar tetap menggunakan android sebab Pemerintah secara bertahap sudah mengusulkan kepada pemerintah dalam hal ini penjabat walikota namun pemerintah juga mengacu pada aturan dan kemampuan keuangan serta skala prioritas.

Diketahui, ujian asesmen sumatif berbasis android telah berlangsung selama tiga hari dan sisanya dikerjakan secara offline sejak, Senin 15 sampai 17 Mei 2023. 

(Dessy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *