SERGAP.CO.ID
CIAMIS, || Pekerjaan saluran Drainase Cigayam 1 program percepatan peningkatan tata guna air yang dikerjakan oleh pelaksana P3A Kahuripan Gunung Cupu Ciamis dan pelaksana P3A pada kawasan Persawahan di Desa Gunungcupu Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis diduga asal-asalan.
Pantauan dari beberapa awak media di lapangan, pekerjaan pembangunan tersebut di duga kurang mendapat pengawasan dari tim pengawas. Pembangunan saluran drainase yang dikerjakan oleh P3A Kahuripan Gunung Cupu Ciamis diduga “kurang memiliki kualitas, pemasangan batu pondasi tanpa ada penggalian yang maksimal terlebih dahulu, sehingga diduga tidak memenuhi standar kualitas.
Berdasarkan informasi dan pantauan beberapa awak media pekerjaan saluran drainase yang tidak tertera volume panjang entah berapa meter yang di danai oleh APBN, nilai kontrak Rp.195.000.000, waktu pelaksanaan 60 hari kalender tahun 2023 Program dari Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat melalui Dirjen Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Citanduy Satker oprasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air Citanduy diduga asal asalan.
Mohon kiranya pihak yang terkait untuk mengevaluasi proses pelaksanaan pekerjaan galian tanah dan kualitas saluran sudah menunjukkan akan terjadinya kerusakan dalam waktu singkat. Kuat dugaan pembangunan saluran itu tidak sesuai dengan spesifikasi teknis maupun pedoman umum pelaksanaan konstruksi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (PU).
Kualitas bangunan juga dipertanyakan warga yang ada disekitar lokasi pekerjaan dimana pekerjaan saluran air diduga ditemukan ada nya beberapa kejanggalan atau kekurangan-kekurangan.
Seperti kedalaman pondasi awal, dan tanah yang mau di bikin pondasi harus kering biar kuwat.
“Nanti kalau sudah jadi takut saluran drainase itu mudah retak, pecah, keropos, melengkung atau miring, karena diduga galian pondasi tidak sesuai dengan perencanaan awal.
Sementara itu, di temui dilokasi pekerjaan saluran drainase, ketua Kelompok P3A Desa Gunungcupu saat hendak dikonfirmasi tidak ada di lokasi pekerjaan dan kami dari beberapa awak media mendatangi rumah ketua p3a guna menyampaikan dugaan atas temuan yang di sinyalir tidak sesuai perencanaan,
Awak media memperlihatkan video pekerjaan dan menanyakan siapa pendamping nya dan berusaha meminta no pendamping ke ketua pelaksana P3A iniasial (A) namun tidak dikasih dengan alasan pendamping tidak ngasih izin (kami hargai) karena itu hak beliau (pendamping) sampai berita ini tayang awak media belum bisa ketemu dengan pendamping P3A Gunung Cupu.
Kami berharap pihak pihak yang berkait di bidang nya turun kelokasi.
(Jajang.H)






