SERGAP.CO.ID
SUMBA TIMUR, || Bertempat di lapangan MaKodim 1601/Sumba Timur, Jln Ir Sukarno no.11, kelurahan Hambala, Kec. Kota Waingapu, Kabupaten SumbaTimur, telah di laksanakan kegiatan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Tanggal 17 Mei 2023 dipimpin Dandim 1601/SumbaTimur, Letkol Czi Aditya Triwirawan sebagai Inspektur Upacara (Irup) dan sebagai Komandan Upacara (Danup) Pasi Intel Kodim 1601/Sumba Timur Letda Inf Nicholas Klau Seran, pada hari Rabu, (17/05/2023).

Dalam amanatnya Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jendral TNI Dr. Dudung Abdurchman yang dibacakan Dandim 1601/Sumba Timur mengatakan “Masih dalam suasana Idul Fitri, saya selaku Kepala Staf Angkatan Darat, mengucapkan Selamat hari raya Idul Fitri 1444 H, mohon maaf lahir dan batin, bagi segenap prajurit dan PNS TNI AD, jadikan momentum Idul Fitri sebagai ajang silahturahmi, saling memaafkan antar sesama dan mempererat hubungan serta kerjasama baik dalam lingkungan instansi kita sendiri maupun dengan komponen bangsa lainya” Tuturnya.
“Pada Upacara Bendera kali ini, saya mengucapkan terima kasih yang tulus serta penghargaan yang setinggi – tingginya atas kerja keras dan dedikasi yang ditunjukkan oleh seluruh prajurit dan PNS Angkatan Darat sehingga dapat melaksanakan tugas yang diamanatkan kepada kita dengan baik”. Ujarnya.
“Kita juga patut bersyukur, event Regional KTT ASEAN 2023 di Labuan Bajo, NTT telah berlangsung dengan lancar dan aman, Hal ini tentu saja tidak lepas dari pelaksanaan tugas kita dalam Pengamanan VVIP yang telah terselenggara secara profesional, proporsional dan humanis serta selalu bersinergi dengan POLRI dan semua unsur yang terkait, Tahun 2023 ini akan membuat citra Bangsa Indonesia di mata ASEAN dan dunia semakin baik” ucapnya.
Disamping itu juga Kasad berharap, kebijakan – kebijakan TNI AD untuk mendukung program – program pemerintah bidang sosial kemasyarakatan juga terus dilaksanakan secara serius oleh seluruh jajaran dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, Hal ini tentu saja memberikan kontribusi positif sehingga tingkat kepercayaan masyarakat saat ini terhadap TNI masih menempati posisi teratas.
“Memasuki tahun politik dimana potensi ancaman terhadap kedaulatan negara dan persatuan bangsa semakin meningkat akibat polarisasi kepentingan politik antar kelompok atau golongan.
Oleh karena itu saya menekankan kembali agar seluruh prajurit TNI AD sebagai alat negara untuk tetap memegang teguh komitmen netralitas dan berdiri di atas kepentingan bangsa dan negara, Jangan ada prajurit TNI AD yang terjebak dalam politik praktis dan terseret oleh kepentingan pribadi atau kelompok dan golongan tertentu.
Kita harus mampu memainkan peranan sebagai penyejuk suasana dan menjadi katalisator serta pemersatu dari semua lapisan masyarakat” ujarnya.
(MSS**)






