SERGAP.CO.ID
LEWA SUMTIM, || Sebagai manusia ciptaan Tuhan dan makluk sosial yang saling intraksi serta mencintai mereka mencari asal usul moyang dan menemukan di pulau Sumba matawai amahu pada njara hamu lebih tepatnya di kec.lewa paku.
Di hari yang baik itu tepatnya Rabu 19 Oktober 2022 ,bapak Andrias Mere,bapak Domi Mere serta keluarga besar Ende- Waingapu mendatangi kampung asal nenek moyang mereka.
Ketika akan memasuki kampung asal nenek moyang mereka di terima dengan ritual adat terlebih dahulu dengan menginjak segemggam beras,siri pinang dan sebutir telur selanjutnya di injak oleh bapak Andrias mere dan penyemapatan selendang oleh keluarga besar Lewa paku dan boleh masuk ke kampung asal nenek moyang mereka.
Setelah sampai di kampung nenek moyang mereka di persilakan untuk memberi ucapan kepada arwah para leluhur dengan memberi siri pinang di tempat pemakaman yang ada di sekitar kampung itu.
Menurut bapak Andreas Mere dan bapak Domi mere kahadiran kami di kekampung ini merupakan kebanggaan khusus yang tak terhingga di mana kami merupakan generasi ke 4 dan baru kami tau saat ini akan asal nenek moyang kami.
Di sisi lain kami bisa bercerita kepada keluarga lain terutama kepada anak cucu kami sehingga nantinya mereka tau dan menjadi bagian dari kampung ini.
Bertepatan juga di kampung ini ada acara prosesi pemakaman 4 jenasah di mana jenasah itu sudah lama di simpan dan paling lama sudah 14 tahun dan hari ini Kamis 20-10-2022 ke empat jenasah ini akan di makamkan sekaligus dengan menghadirkan berbagai suku marga yang ada di wilayah Sumba Timur.
Bapak Andreas Mere yang merupakan purnawirawan TNI-AD yang saat ini sudah purna tugas terakhir bertugas di kodiklad dengan Pangkat Brigjen,saat ini berdomisili di Jakarta.
Berharap dengan ini kami sudah bisa mengetahui asal usul nenek moyang kami dan hubungan ini tidak boleh putus dan menjadi perekat serta pemersatu keluarga Sumba timur lebih khusus Lewa paku- Ende Flores,”ungkapnya.
Semoga Tuhan selalu melindungi dan menyertai dalam setiap gerak langkah pekerjaan di manapun kita berada,”terangnya lagi.”
(Ms/Sergap)






