SERGAP.CO.ID
SUMBA BARAT, || Berlangsung upacara piodalan Pura Guru Martha Buana sekaligus melaksanakan Lokasabha ke IV Parisadha Hindu Dharma Indonesia Kab.Sumba Barat dan sosialiasi penguatan moderasi beragama bagi umat Hindu di kab.Sumba Barat.Rabu,5 Oktober 2022.
Pada kesempatan itu,turut hadir antara lain,Kapolres Sumba Barat,Asisten 1 bidang perekonomian dan pembangunan,yang mewakili ketua pengadilan Negeri Waikabubak,Ketua PHDI Waikabubak,mewakili ketua kemenang Prov.NTT,mewakil kepala kemenang Sumba Barat,ketua WHDI serta insan pers.
Sambutan yang pertama dari ketua PHDI Kab.Sumba Barat,Atas nama umat Hindu di kab.Sumba Barat,mengucapkan terimakasih kepada undangan yang telah menghadiri undangan.Kami perlu sampaikan bahwa pulau Sumba juga di juluki TANA MARAPU artinya TANAH MILIK NENEK MOYANG/LELUHUR “MARAPU”merupakan kepercayaan memuja roh para leluhur yang di anut oleh lebih dari setengah masyarakat Sumba.
Atas Asung Kertha Waranugraha Hyang Widi Wasa tuhan YME berkat karunianya kita dapat bertemu dan berkumpul di sini pada acara pembukaan Lokasbha Parisada Hindu Dharma Indonesia kab Sumba Barat yang di padukan sosialisasi penguatan moderasi beragama bagi umat Hindu di kab Sumba Barat.
Berdasarkan AD dan ART Parisada Hindu Dharma Indonesia mengamanatkan setiap mengakhiri masa Bhakti pengurusan Parisada,berkewajiban menyelenggarakan Lokasabha sebagai bentuk pertanggung jawaban pengurus selama 5 tahun memilih pengurus PHDI kab.Sumba Barat periode 2022-2027 serta membuat program kerja tahun kedepan.
Dapat kami informasikan bahwa,baru saja kami umat Hindu di kab.Sumba Barat melaksanakan upacara Melaspas Pura yaitu upacara pembersihan dan penyucian bangunan pura yang baru selesai di bangun.
Proses renovasi pura ini masih akan berlanjut,kedepan proses renovasi Candi Banta dan Bale Gong,oleh karena itu kami masih meminta dukungan dari ibu pembina Hindu,bapak bupati dan semua pihak.Juga dilaksanakan sosialisasi penguatan moderasi beragama bagi umat Hindu dikab.Sumba Barat,agar menciptakan kehidupan beragama yang rukun,harmonis,damai,saling menghormati perbedaan dalam kehidupan sosial maupun kehidupan beragama,”pungkas nya.
Sementara amanat bupati yang disampaikan asisten 1 bidang perekonomian dan pembangunan,sejak dulu masyarakat Sumba Barat telah hidup berdampingan dengan bertoleransi,saling menghargai,saling tolong menolong antar sesama,hidup rukun,tenang dan damai,walaupun berasal dari suku agama dan aliran kepercayaan yang di anut.
Umat Hindu ada bagian penting kemajemukan masyarakat yang ada di kab.Sumba Barat ,selaku kepala daerah,saya menyambut baik dan apresiasi kegiatan yang dilaksanakan pada hari ini.Ini merupakan bukti esensie umat Hindu yang memiliki peran strategis dalam pembangunan kab.Sumba Barat yang kita cintai bersama.
Kegiatan Lokasabha ke-IV merupakan bentuk evaluasi terhadap kinerja pelaksana pengurus PHDI tahun yang lalu.PHDI memiliki peran penting strategis dalam membangun masyarakat hindu yang mampu berdaya saing.Harapan apa yang sudah berjalan dan sdh laksanakan tugas oleh PHDI di kab.Sumba Barat berjalan cukup baik seperti koordinasi,komunikasi sudah berjalan dengan baik,semoga kedepan dapat terus terjalin seperti sekarang.
Saya berharap,Lokasabha ini berlangsung dengan tertib,aman dan lancar sehingga hasil Lokasabha ini dapat menghasilkan kelestarian umat Hindu di kab.Sumba Barat.
Saya mengajak seluruh pengurus PHDI kab.Sumba Barat untuk berlomba-lomba memberikan pembinaan terhadap umat Hindu didaerah ini.Pengurus PHDI adalah pelayanan umat,jika ada perbedaan itu hal yang biasa di organisasi,tetapi tujuan utama adalah sama demi keutuhan umat.
Lokasabha hari ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat,kiranya umat Hindu yang hidup didaerah ini terus komitmen hidup berdampingan dengan umat beragama lain dalam suasana rukun dan damai,”demikian pesan bupati Sumba Barat.
(Ms/Sergap)






