SERGAP.CO.ID
KAB. KARAWANG, || Ribuan warga Kabupaten Karawang dari wilayah utara akhirnya benar-benar bergerak untuk melakukan unjuk rasa sekaligus ingin menyampaikan aspirasi rakyat pada Bupati dan wakil Bupati terpilih soal jalanan rusak seperti yang gencar diinformasikan diberbagai media selama dua pekan sebelumnya.
Berdasarkan pantauan tim Media Sergap. Co. Id online , aksi para demonstran dari ribuan warga Karawang utara dilakukan di depan gerbang masuk kantor Pemkab Karawang, Senin (23/05) mulai pukul 10.00 wib.
Massa aksi yang datang berbondong-bondong dari berbagai elemen masyarakat Karawang Utara, terdiri dari Emak-Emak, Pemuda Grup Motor, Pemuda Karang Taruna, Aliansi ormas hingga Organisasi Pemerintahan di tingkat desa sempat menimbulkan kemacetan jalan raya dari Rengasdengklok hingga jalur utama di pusat Kota Karawang.
Setiba di gerbang kantor Pemda Kab.Karawang, teriak Angga Dhe Raka, sebagai salah satu orator berikut koordinator aksi damai unjuk rasa dari atas kendaraan bak terbuka menyampaikan beberapa tuntutan, khususnya perbaikan jalan rusak di wilayah utara Kab. Karawang, Jawa Barat. Sayangnya, Bupati dan wakil Bupati terpilih terkesan enggan menemui warganya saat melakukan unjuk rasa menuntut perbaikan jalan,
Meskipun, jelas Dia,, massa aksi kemudian diminta perwakilannya untuk melakukan audiensi dengan pemerintah dan wakil rakyat. Dalam hasil pertemuan tersebut, pihak pemerintah diwakili oleh Sekda Karawang dan Ketua DPRD Karawang.
“Hari ini, Kami sangat kecewa dengan sikap Bupati dan wakil Bupati Karawang yang dipilih oleh rakyat, tetapi seperti menghindar ketika rakyat ingin bertemu. Karena itu, pada Sekda Karawang kami sampaikan akan menyuarakan mossi tidak percaya secara masif pada masyarakat hingga ke pelosok wilayah utara Karawang. Kalau tidak mau bertemu rakyat, mundur saja,” gugam Angga Dita, saat berjalan kaki menuju gerbang Pemkab Karawang didampingi Ketua DPRD Karawang, Pendi Anwar.
Oleh karena itu, lanjut Dia, kekecewaan massa pengunjuk rasa atas respon yang ditunjukan oleh Bupati dan wakil Bupati Karawang mengingat rencana kedatangan warga utara Karawang telah gencar diinformaaikan satu pekan sebelumnya lekas dilampiaskan melalui tulisan tangan diatas kertas karton yang dipangpang para pengunjuk rasa digerbang Pemkab Karawang, “Kampanye Butuh Rakyat, Rakyat Butuh Cuek”.
Selain coretan diatas kertas, perwakilan massa juga membentangkan spanduk berisikan tanda tangan terkait petisi meminta perbaikan jalan kepada bupati, wakil bupati Karawang dan Gubernur Jabar.
Dalam orasinya, ungkap Endang, salah satu kepala desa aktif Desa Mulyajaya Kec Kutawaluya, menuntut perbaikan total jalan provinsi di wilayah utara Karawang yang dibiarkan tak tersentuh perbaikan sejak 2002, Selaku koordinator Aksi, Endang juga mengatakan selama ini perbaikan dilakukan hanya tambal sulam saja. Endang mengatakan, massa pun mengkritisi sikap bupati dan wakil bupati yang tak tegas memperjuangkan perbaikan jalan yang rusak di Karawang Utara.
“Bupati wakil bupati hanya fokus pembangunan di wilayah Kota Karawang, dicuekin kami warga Karawang Utara. Awal kemerdekaan itu ada di Rengasdengklok akan tetapi perhatian dari segi pembangunan dan perbaikan infrastruktur sangat minim,” katanya.
Dipenghujung waktu aksi, menurut Acep Jamhuri, sebagai Sekda Karawang yang menemui perwakilan pengunjuk rasa menerima uang koin seribuan yang diserahkan oleh warga Karawang utara sebagai simbol bantuan atas ketidakmampuan Pemerintah menyediakan akses jalan yang layak untuk rakyat. Diluat itu, Sekda Karawang menyampaikan hasil kesepakatan dalam audensi bersama pengunjuk rasa dan wakil rakyat.
“Kami dari pemerintah sudah mendengar aspirasi dari warga dan kami berencana akan menganggarkan perbaikan jalan di Karawang utara khususnya Tanjungpura-Rengasdengklok,” ujar Sekda Karawang, Acep Jamhuri, saat berbincang usai pertemuan dengan massa aksi.
(Liputan : Ahmad Z)






