Komunitas Aktivis Pergerakan Rakyat Indonesia Satu Integritas (PERISAI) Siap Mengawasi Proyek JAKAMANTUL

Komunitas Aktivis Pergerakan Rakyat Indonesia Satu Integritas (PERISAI) Siap Mengawasi Proyek JAKAMANTUL

SERGAP.CO.ID

PANDEGLANG, || Proyek pembangunan Jalan Kabupaten Mantap Betul (JAKAMANTUL) yang sekarang sudah mulai pengerjaannya, namun menuai banyak masalah di lapangan. Di antaranya seperti keretakan, kepatahan, kemiringan, serta berlubang bahkan berisi kayu di dalam struktur betonnya.

Bacaan Lainnya

Selain itu, banyak pula yang membangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di atas bekas bangun TPT lama, sehingga anggaran untuk membangun hanya direalisasikan sebagian untuk merehab atau merevitalisasi saja. Sehingga para oknum kontraktor yang diduga mendapatkan kontrak secara tidak wajar ini bisa meraup keuntungan yang sangat banyak.

Menurut Tubagus Aujani, selaku sekretaris aktivis PERISAI saat diwawancarai oleh Awak Media mengungkapkan, bahwa pembangunan proyek JAKAMANTUL yang saat ini amburadul karena banyak temuan masalah lembaga kontrol sosial di lapangan, terkesan seperti ajang korupsi masal antara oknum Pejabat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) dengan Para Oknum Pengusaha.

“Proyek JAKAMANTUL yang saat ini amburadul karena banyak temuan masalah lembaga kontrol sosial di lapangan, terkesan seperti ajang korupsi masal antara oknum Pejabat DPUPR dengan Para Oknum Pengusaha. Terlebih lagi saat ini tercium beberapa nama Oknum Kordinator yang diduga memainkan peran dalam monopoli proyek di Kabupaten Pandeglang ini.” Ungkapnya pada Hari Minggu (10/4/2022).

Sementara itu menurut Gia Ibnu Salim selaku pengurus PERISAI Kabupaten Pandeglang menegaskan, bahwa dalam analisanya program JAKAMANTUL ini adalah produk kebijakan Bupati Pandeglang yang gagal, bahkan merugikan rakyat Pandeglang. Karena telah banyak merefocusing anggaran sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Program JAKAMANTUL ini adalah produk kebijakan Bupati Pandeglang yang gagal, bahkan merugikan rakyat Pandeglang. Karena telah banyak merefocusing anggaran sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.” Tegasnya.

(Kamri S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *