SERGAP.CO.ID
KAB. KARAWANG, || Proyek normalisasi kali besotan di dusun Jati tengah Desa Srikamulyan Kecamatan Tirtajaya. Informasi yang diperoleh awak media, proyek itu hasil pekerjaan masih berantakan.
Terbukti seminggu lalu yang kini telah dianggap 100 persen selesai ternyata di lapangan masih menyisakan beberapa bagian pekerjaan yang belum tuntas.

Menurut bapak sarkum warga Dusun jati tengah Desa Srikamulyan ketika ditemui mengatakan kepada awak Media Sergap. Co. Id, dibeberapa titik tumpukan tanaman eceng gondok masih menutupi permukaan sungai. Demikian juga Ibu Nani mengatakan dengan tanah hasil pengerukan yang bertumpuk masih belum terangkat sehingga terkesan berantakan.” ucapnya Jumat ( 11/3/2022 ).
Sementara beberapa warga yang sering lalu lalang di kawasan ini, pengerukan lumpur sungai dan pembersihan eceng gondok yang dilakukan oleh kontraktor sangat jauh dari sempurna.
Lumpur yang dikeruk volumenya sangat sedikit dan diyakini tidak akan mencapai jumlah sesuai volume yang ditetapkan dalam RKS dan RAB proyek.

Di areal pekerjaan normalisasi sungai kawasan Dusun jati tengah Desa Srikamulyan Kecamatan Tirtajaya tersebut kontraktor nampaknya sengaja berupaya menutupi kegiatannya agar tak dipantau masyarakat. Sejak awal di lokasi ini kontraktor tidak mau memasangkan papan nama yang merupakan keharusan sesuai aturan agar masyarakat mengetahui dengan jelas tentang detil pekerjaan proyek tersebut.
Akibatnya warga tidak tahu siapa kontraktor yang mengerjakan, berapa jumlah dananya, dari mana sumber dananya, lama pekerjaan, hingga instansi mana yang bertanggungjawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.
Beredar kabar jika pekerjaan normalisasi sungai di kawasan ini Informasinya proyek disitu ada yang didanai APBD yakni melalui Pokok Pikiran (pokir) H. Abas salah satu Anggota Dewan Kabupaten Karawang Dapil 3 dari Partai Demokrat.

Anehnya pekerjaan normalisasi saluran yang kini tengah dikerjakan oleh pihak rekanan tanpa sepengetahuan Dinas PUPR Karawang. Selain curi start pelaksana proyek pun tidak jelas CV-nya dan tidak ada papan proyek terpampang dilokasi kegiatan. Diduga pelaksana proyek tersebut tidak mengantongi SPK.
(Liputan : Tiem Media Sergap.co.id)






