SERGAP.CO.ID
PANDEGLANG, || Pembangunan Infrastruktur Drainase, Desa Sanghiangdengdek , Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pandeglang, menghabiskan Anggaran Dana Desa Kurang lebih 210 juta Diduga Dikerjakan asal asalan (yang penting jadi) demi mendapatkan keuntungan yang cukup pantastis, hal ini tentunya menjadi pusat perhatian Masyarakat dan Publik,” Rabu, 06/10/2021.
Hasil Pantauan Awak media bersama tim dilapangan, terlihat dengan jelas ada kejanggalan, dari penyusunan batu, tidak tersusun dengan rapih sebagaimana mestinya, diduga kuat pembangunan drainase, tidak mengikuti mekanisme pelaksanaan pembangunan sebagaimana mestinya.

Salah satu warga masyarakat setempat yang enggan disebutkan namanya, ketika dikonfirmasi awak media ini bersama tim, Mengatakan, pembangunan yang ada dikampung cipamuruyan adanya pembangunan semerawut, sudah terlihat jelas, dari penyusunan batunya dan tidak sesuai pada Drainase pada umumnya.
“Menurut saya pa, pembangunan drainase dana desa tahap Dua tahun anggaran 2021 itu, tidak akan bertahan lama, pasti hancur, apalagi saat musim hujan turun aliran airnya makin deras, terus aliran air yang tersumbat karena batu ditengah tidak di bongkar.

“saya sangat merasa kecewa dengan ada pembangunan yang dikerjakan asal-asalan itu,” ujarnya.
Sangat disayangkan, kurangnya pengawasan dalam pengelolaan anggaran dana desa, baik dari tingkat pihak kecamatan, pendamping desa dan Badan Permusyawarah Desa (BPD) diduga kuat seakan tutup mata, dan tidak ada ketegasan dalam pengawasan pembangunan infrastruktur drainase tersebut.

Ditempat terpisah , Kasi Pembangunan kecamatan Pulosari, Yudi mengatakan Bahwa pembangunan tersebut sudah dilakukan Monev oleh pihak kecamatan dan pendampingan Desa.
“Hari Kamis sudah kami monev, kemarin kita sudah lakukan opname jadi agar tau apakah pembangunan tersebut kekurangan volume atau tidak , dan sekarang pun batu yang menyumbat aliran air sedang diperbaiki”ungkapnya.
Sampai berita ini di terbitkan Kepala Desa Sanghiangdengdek, Dadi Junardi tidak dapat dikonfirmasi, terkesan menghindar dari awak media.
(Tam)





