Pengurus MUI Kecamatan Mandalawangi Masa Khidmat 2022-2027 Dikukuhkan, Warga Ikut Istighosah Peringati HUT RI ke 77

Pengurus MUI Kecamatan Mandalawangi Masa Khidmat 2022-2027 Dikukuhkan, Warga Ikut Istighosah Peringati HUT RI ke 77

SERGAP.CO.ID

PANDEGLANG, || Sejumlah kegiatan digelar pada Agustus 2022 dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT RI ke 77. Termasuk rangkaian kegiatan zikir kebangsaan pada malam renungan ini.

Bacaan Lainnya

Dalam rangkaian tersebut Pengurus Majelis ulama Indonesia (MUI) kecamatan Mandalawangi kabupaten Pandeglang masa khidmat 2022-2027 resmi disahkan dan dikukuhkan sekaligus melaksanakan istighosah dalam rangka memperingati HUT RI ke 77, di Aula kantor kecamatan Mandalawangi pada Selasa (16/8/2022).

Camat Mandalawangi dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para pengurus MUI yang telah dikukuhkan.

“Selamat mengemban tugas semoga senantiasa di beri kekuatan dan kemudahan, MUI harus bisa menjadi pelopor dalam menegakan nilai-nilai islam khususnya di kecamatan Mandalawangi,” ucap Akhmad Juwaeni, S.Sos

“Kami berharap Pengurus MUI Kecamatan Mandalawangi mampu untuk bersinergi dengan pemerintah, menjaga persatuan dan kesatuan, dengan dukungan MUI semoga Indonesia aman dan kondusif. Bimbingan dan pembinaan MUI bisa meningkatkan dan memberikan persatuan bagi masyarakat maupun generasi muda khususnya di wilayah kecamatan Mandalawangi,” ucapnya.

KH Zamzami Yusuf selaku Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Pandeglang dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa MUI adalah wadahnya ulama baik ulama NU maupun Muhammadiyah, sehingga mempunyai peran starategis dan penting dalam pembinaan umat agar tercipta kondusifitas dan kedamaian suatu wilayah, sehingga kepengurusan MUI dibentuk sampai tingkat kecamatan.

“Semoga pengurus yang hari ini dikukuhkan dapat melaksanakan tugas dengan amanah membimbing masyarakat dan generasi muda untuk meningkatkan ukhuwah Islamiyah serta membangun kebersamaan dan kerukunan di khususnya di wilayah kecamatan Mandalawangi,“ ucapnya

Pengukuhan dihadiri oleh, para ulama, tokoh masyarakat, para santri dan undangan lainnya.

“Bapak-Bapak Pengurus MUI, adalah orang-orang terpilih dan dipilih serta dibutuhkan melayani umat, melindungi ummat melalui kesepakatan kajian fatwa, disamping permasalahan keumatan dan kebangsaan lainnya, yang memerlukan tenaga dan pemikiran terbaik bagi memecahkan permasalahan umat, bangsa dan negara,” kata ketua MUI Pandeglang dalam tausiyahnya

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menilai saat ini mulai terjadi gejala memudarnya semangat nasionalisme, patriotisme dan persaudaraan antar warga bangsa.

KH Zamzami Yusuf mengingatkan bahwa, kemerdekaan Indonesia dicapai atas ikhtiar bersama seluruh rakyat Indonesia yang ingin hidup bebas merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan.

KH Zamzani pun mengajak semua pihak khususnya tokoh agama, elit politik dan tokoh masyarakat menjadi teladan dan pelopor dalam mencari solusi dalam situasi krisis, bukan sebaliknya manfaatkan krisis untuk mencari popularitas politik.

“Sehingga kemerdekaan harus dinikmati dan dirasakan seluruh rakyat. Kemerdekaan Indonesia harus dapat menyatukan keanekaragaman budaya, bahasa, etnis, suku, ras, golongan, dan agama,” ujarnya

Lebih lanjut Ia mengatakan, gejala memudarnya semangat nasionalisme dan persaudaraan tersebut ditandai dengan menguatnya sikap individualistik dan perilaku eksklusif kelompok yang mengusung tema primordialisme.

Selain itu, sikap permisif masyarakat terhadap paham radikal yang menentang Pancasila dan simbol-simbol negara dengan dalih agama juga ikut mulai muncul.

Di sisi lain, kata dia, paham liberalisme dan sekularisme dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan dalih kebebasan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM) juga.

“Semuanya itu merupakan ancaman bagi kelangsungan NKRI dan Pancasila,” kata dia.

Tak hanya itu, MUI juga menengarai saat ini mulai terjadi gejala nilai-nilai budaya bangsa yang terkikis.

Hal tersebut terlihat dari semakin lemahnya ikatan sosial masyarakat, longgarnya nilai etika, hukum dan agama, sehingga melahirkan penyimpangan perilaku sosial di masyarakat.

Antara lain, perilaku koruptif, kolutif, penyalahgunaan wewenang, penyebaran hoaks, fitnah, ujaran kebencian, dan perilaku menyimpang lainnya.

MUI juga mengajak seluruh komponen bangsa mengungkapkan rasa syukur agar bangsa Indonesia tetap dilindungi dan diberi kekuatan dalam menghadapi berbagai musibah, ujian, dan cobaan.

Termasuk mengajak semua komponen bangsa untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan dan mengokohkan konsensus nasional bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila.

Usai pengukuhan langsung dilaksanakan zikir bersama. Istighosah tersebut langsung dipimpin KH Syahrudin.

(Kamri S)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *