SERGAP.CO.ID
KAB. AGAM SUMBAR, ||Sungguh sangat di sayangkan keluhan yang dirasakan para rekanan Khususnya di Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat. Keluhan tersebut terkesan sulit mendapatkan solusinya.
Dimana para rekanan yang mempunyai perusahaan telah mencoba persuasif mendekatkan diri pada Opd-Opd yang mempunyai paket pekerjaan. Namun apa hendak dikata panggung pembagian tender diduga tetap di kuasai tim sukses (Timses).
Hal tersebut telah mencuat postingan-posingan di media sosial. Dimana kalimat-kalimat yang muncul bahwa pengadaan barang dan jasa alias Tender dan PL telah di atur oleh seseorang yang tak lain merupakan Timses yang notabenya sepatu merah.
Semua itu tidak dapat di pungkiri sesuai yang disampaikan Bupati Agam beberapa waktu lalu, saat Ketua LSM-Garuda Provinsi Sumatera Barat Bj Rahmat mempertanyakan pada Bupati Agam Andri Warman terkait pembagian proyek yang diduga dikuasi timses. Kala itu dengan tegasnya Bupati Agam menjawab pertanyaan via WA dengan mengatakan:
“(Saya bukan orang proyek pak, dan saya tidak tahu proyek dan tidak ada satupun orang-orang saya yang main proyek. Kalau yang main proyek itu orangnya pak wakil, diluar wewenang saya pak)”, ujarnya pada 2021.
Lantas kondisi terkini berkembang “Rumor” yang menguasai panggung baik tender maupun PL adalah timnya Bupati Andri warman.
Sangat disayangkan para kepala OPD-tak bisa berbuat banyak. Yang diduga itu adalah sejenis perintah sakti dari pimpinan,Para OPD hanya pasrah.
Menurut Narasumber yang namanya diminta untuk tidak dipublikasikan dan mengaku kecewa terhadap kepemimpinan Bupati Andriwarman. Kalau hal tersebut tidak segera dibenahi oleh Bupati Andri Warman dan Wakil Bupati Irwan Fikri secara kasat mata permainan antara timses Wabup Irwan Fikri pada tahun 2021 harus berimbang dengan timses Bupati Andri warman tahun 2022.
” Sehingga yang dikorbankan para kontraktor- kontraktor kecil yang berharap dapat menyambung kehidupan dengan adanya kecipratan paket PL,” ungkapnya.
Menyikapi postingan sosial media yang berkembang di Kabupaten Agam saat ini Direktur Badan Pemantau Kebijaakan Publik (BPKP) Rahmatsyah mengatakan, sejogyanya Bupati Agam Andri Warman segera menetralisir, agar tidak tetjadi kesalah pahaman antara para kontraktor dengan OPD yang diduga ulah timses.
Sehingga para OPD dapat berfungsi sebagai Pengguna Anggaran ” PA” tanpa adanya interfensi dari pihak manapun.
” Yang sangat dikwatirkan para Kepala OPD saat ini adalah kembali terjadinya kegagalan beberapa proyek seperti tahun 2021 yang lalu,” Ucapnya.
Lebih lanjut di sampaikan Rahmatsyah, disinggung dari kondisi roda pembangunan di Kabupaten Agam saat ini yang terpantau ketika sidang paripurna penyampaian pandangan Umum Fraksi Anggota DPRD Agam atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan belanja daerah kabupaten Agam tahun 2021.
Dalam pandangan berapa fraksi yang ada sepertinya sudah menyinggung tentang terdapat kegagalan Bupati dalam memimpin Kabupaten Agam selama ini. Seperti salah satunya terkait realisasi PAD yang jauh dari harapan.
Tidak hanya itu juga disinggung salah satunya dari Fraksi PBB, Hanura, Berkarya dalam sidang Paripurna tersebut. Disampaikan pada tahun 2021 tidak terjadi perubahan yang signifikan pembangunan di pusat ibu kota kabupaten Agam yaitu Lubuk Basung.
Selanjutnya, terjadi peningkatan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang cukup besar pada tahun 2021 dibandingkan tahun 2020 dimana SILPA tahun 2020 Rp 77,7 Miliar lebih. Sementara pada tahun 2021 berjumlah 120 Miliar lebih yang dipengaruhi oleh sisa anggaran BLUD, BOS, dan JKN. Seterusnya, Realisasi target lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi sebesar 83,18%.
” Oleh karena itu semua sebagai sosial kontrol, kita juga menilai kepemimpinan Bupati Andriwarman dan Wakil Bupati Irwan Fikri sudah menunjukkan kegagalan dalam memimpin selama ini dan simbol saat mencalonkan diri yang katanya akan membawa “Agam Lebih Maju” belum terlihat sama sekali. Yang ada hanya Kegiatan-kegiatan serimonial saja yang dipertontonkan oleh para pendampingnya (wartawan dadakan) tentang kegiatan alias kepemimpinan Bupati Andriwarman,” tegas Rahmatsyah mengakhiri.
(Zam)






