Dapur MBG di Desa Cibungur, Sukaresmi, Disorot: Kelayakan Operasional dan Standar Higienitas Dipertanyakan

SERGAP.CO.ID

KAB. PANDEGLANG, || Keberadaan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Desa Cibungur, Kecamatan Sukaresmi, menjadi sorotan. Lokasi dapur yang terlihat berada tepat di samping jalan raya memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan tempat operasional serta penerapan standar kebersihan dan sanitasi dalam pengolahan makanan.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan yang digunakan sebagai dapur MBG tersebut berada di sisi jalan. Kondisi ini memunculkan perhatian masyarakat, terutama terkait bagaimana pengelola memastikan lingkungan dapur tetap bersih, higienis, dan memenuhi standar keamanan pangan.

Persoalan higienitas menjadi hal yang tidak bisa dianggap sepele. Pasalnya, makanan yang diproduksi melalui program MBG akan dikonsumsi oleh para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah yang membutuhkan asupan makanan bergizi sekaligus aman untuk dikonsumsi.

Standar kebersihan dapur, ketersediaan fasilitas sanitasi, pengelolaan limbah, kualitas air bersih, hingga sistem penyimpanan bahan pangan merupakan sejumlah aspek penting yang perlu dipastikan dalam operasional setiap dapur penyedia makanan.

Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dari instansi terkait, termasuk Badan Gizi Nasional (BGN), pemerintah daerah, serta pihak yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan terhadap operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Pemeriksaan secara langsung diperlukan untuk memastikan apakah fasilitas dapur MBG di Desa Cibungur telah memenuhi persyaratan teknis, sanitasi, dan keamanan pangan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Sebab, program MBG bukan sekadar persoalan mendistribusikan makanan kepada peserta didik. Lebih dari itu, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, kebersihan lingkungan, serta kelayakan fasilitas produksi harus menjadi prioritas utama.

Hingga berita ini disusun, belum terdapat hasil pemeriksaan resmi yang dapat memastikan bahwa dapur tersebut melanggar standar operasional maupun ketentuan higienitas.

Pihak pengelola dapur MBG maupun instansi terkait juga perlu diberikan ruang untuk menyampaikan klarifikasi mengenai kondisi fasilitas dan standar kebersihan yang telah diterapkan.

Masyarakat berharap pelaksanaan program MBG benar-benar mengutamakan kualitas dan keselamatan penerima manfaat. Pengawasan yang ketat diperlukan agar tujuan meningkatkan pemenuhan gizi anak tidak justru dihadapkan pada persoalan keamanan pangan.

Jika ditemukan ketidaksesuaian terhadap standar yang berlaku, instansi berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi dan mengambil langkah sesuai ketentuan.

Program yang menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak semestinya dijalankan dengan standar kebersihan dan keamanan pangan yang tidak bisa ditawar.

Masyarakat sekitar, Kasman, menyatakan bahwa keberadaan dapur MBG di Desa Cibungur perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. Menurutnya, kelayakan lokasi dan standar kebersihan dapur harus menjadi prioritas utama, mengingat makanan yang diproduksi akan dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.

Kasman berharap instansi berwenang tidak hanya melakukan pengawasan secara administratif, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi dapur, fasilitas sanitasi, serta proses pengolahan makanan benar-benar memenuhi standar keamanan pangan.

Ia menilai, pengawasan diperlukan agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai tujuan, yakni menyediakan makanan bergizi yang aman, sehat, dan layak dikonsumsi oleh seluruh penerima manfaat.

(Kamri s/Team)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *