KAB. SUMBA TIMUR, || Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Kesadaran warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan menjadi salah satu langkah penting guna menghindari ancaman kebakaran yang dapat merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan, Babinsa Koramil 06/Karera Kodim 1601/Sumba Timur, Pratu Hezron Domu Wora, melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di Desa Nangga, Kecamatan Karera, Kabupaten Sumba Timur, Jumat (30/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Pratu Hezron mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya saat memasuki aktivitas pembukaan lahan pertanian.
Ia mengingatkan bahwa kebiasaan membakar semak belukar atau lahan tanpa pengawasan dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama apabila kondisi lingkungan kering dan angin bertiup kencang.
Babinsa juga mengajak warga untuk tidak menganggap remeh munculnya titik api sekecil apa pun. Masyarakat diminta segera melaporkan kepada aparat desa maupun pihak terkait apabila menemukan indikasi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin.
Di sisi lain, upaya pencegahan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan imbauan aparat. Diperlukan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat, disertai dukungan pemerintah desa serta instansi terkait dalam membangun sistem pengawasan lingkungan yang efektif.
Melalui kegiatan Komsos tersebut, diharapkan hubungan komunikasi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kelestarian lingkungan.
Pencegahan Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. Sebab, ketika kebakaran terjadi, dampaknya bukan hanya merusak kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat mengancam kesehatan, keselamatan, serta mata pencaharian masyarakat.
(Ms)






