Polres Sumba Tengah Kantongi Data 1.216 Pengangguran Terbuka, Dorong Solusi Lapangan Kerja

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TENGAH, || Dalam rangka mendukung program Polisi Peduli Pengangguran, Kasat Binmas Polres Sumba Tengah IPTU Frensen Edwin Bengkiuk, S.E., bersama anggota Sat Binmas melaksanakan kegiatan sambang dan koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Tengah, Kamis (29/10/2026), pukul 11.00 WITA.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh data terkait angkatan kerja, tenaga kerja, serta jumlah pengangguran di Kabupaten Sumba Tengah sebagai dasar koordinasi dalam mencari solusi dan langkah strategis untuk membantu masyarakat memperoleh pekerjaan.

Kedatangan Kasat Binmas bersama tim disambut langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sumba Tengah, Christian Umbu Eda Sabarua, S.STP.

Dalam pertemuan tersebut, Polres Sumba Tengah dan pihak dinas membahas pentingnya sinergi antara Polri dan pemerintah daerah untuk menyelaraskan data angkatan kerja usia produktif, mengidentifikasi persoalan pengangguran, serta mendorong terciptanya peluang kerja bagi masyarakat lokal.

Selain itu, koordinasi ini diharapkan dapat membuka peluang fasilitasi pelatihan kerja berbasis kemitraan, sehingga masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia kerja.

Data Angkatan Kerja dan Pengangguran

Berdasarkan data yang diperoleh dalam koordinasi tersebut, terdapat dua kategori data yang menjadi perhatian, yakni:

1. Pengangguran terbuka sebanyak 1.216 orang. Kategori ini mencakup angkatan kerja yang tidak bekerja, termasuk mereka yang sedang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha sendiri, atau telah diterima bekerja tetapi belum mulai bekerja.

2. Pekerja keluarga atau pekerja tidak dibayar sebanyak 11.804 orang. Kategori ini merupakan orang yang membantu kegiatan usaha milik anggota rumah tangga maupun pihak lain tanpa menerima upah atau gaji dalam bentuk uang maupun barang. Mereka tetap dikategorikan sebagai penduduk bekerja karena turut menyumbangkan waktu dan tenaga dalam kegiatan ekonomi, seperti bekerja di kebun atau ladang.

Data tersebut menjadi salah satu bahan koordinasi untuk memahami kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Sumba Tengah. Pekerja keluarga atau pekerja tidak dibayar perlu dibedakan dari pengangguran terbuka karena keduanya merupakan kategori yang berbeda.

Dorong Peluang Kerja bagi Masyarakat Lokal

Melalui kegiatan sambang dan koordinasi ini, diharapkan terbangun kerja sama yang berkelanjutan antara Polri dan pemerintah daerah dalam mendorong solusi terhadap persoalan pengangguran.

Program Polisi Peduli Pengangguran diharapkan dapat mendukung tersedianya peluang kerja bagi angkatan kerja usia produktif, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelatihan keterampilan, serta memperkuat kesiapan tenaga kerja lokal dalam memasuki dunia kerja.

Selain berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, upaya tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya iklim investasi dan usaha yang kondusif di Kabupaten Sumba Tengah.

Dengan koordinasi lintas sektor yang berkesinambungan, Polres Sumba Tengah bersama pemerintah daerah diharapkan dapat terus mendorong langkah nyata dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *