Kodim 1601/Sumba Timur Dukung Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026

SERGAP.CO.ID

KAB. SUMBA TIMUR, || Kodim 1601/Sumba Timur menegaskan dukungannya terhadap upaya percepatan penurunan stunting melalui keterlibatan dalam Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumba Timur Tahun 2026, Kamis (29/10/2026). Namun, keberhasilan program tersebut tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi, melainkan membutuhkan langkah konkret, terukur, dan berkelanjutan hingga menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Bacaan Lainnya

Mewakili Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya, Pasi Ops Kapten Inf Rafael Tende menghadiri rapat yang berlangsung di Aula Patola Ratu, Sekretariat Daerah Kabupaten Sumba Timur, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu.

Pertemuan tersebut menjadi wadah koordinasi berbagai pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah dalam menangani persoalan stunting, yang berkaitan erat dengan pemenuhan gizi, kesehatan ibu dan anak, sanitasi, serta kondisi sosial ekonomi keluarga.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati Sumba Timur, unsur Polres Sumba Timur, Asisten II Setda, Kepala Bappeda, Dinas Kominfo, Dukcapil, PT MSM, Yayasan Kemanusiaan Baik Indonesia, Badan Pusat Statistik, Dinas Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Ketua IDI Kabupaten Sumba Timur, serta perwakilan Dinas Peternakan.

Kehadiran unsur TNI AD dalam forum tersebut mencerminkan dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan penanganan stunting, termasuk melalui edukasi, pendampingan keluarga, serta peningkatan kepedulian terhadap tumbuh kembang anak.

Meski demikian, efektivitas program perlu dibuktikan melalui hasil nyata di lapangan. Pendataan keluarga berisiko, ketepatan sasaran bantuan, pemenuhan kebutuhan gizi, serta pemantauan pertumbuhan anak harus menjadi perhatian bersama agar program tidak berhenti pada agenda rapat dan laporan administratif.

Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait juga perlu memastikan adanya pembagian tugas yang jelas, evaluasi berkala, serta keterbukaan mengenai perkembangan capaian program.

Dengan kolaborasi yang konsisten antara pemerintah, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat, percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumba Timur diharapkan berjalan lebih efektif. Tujuan akhirnya bukan sekadar menurunkan angka statistik, melainkan memastikan anak-anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal demi masa depan Sumba Timur yang lebih berkualitas.

(Ms)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *