PLN Tuntaskan Uji Jaringan Listrik di Dusun Tugasoki, 14 Rumah Warga Ende Bersiap Menikmati Terang

Caption : Petugas PLN UP2K Flores saat menyambungkan arus kelistrikan dari jaringan eksisting menuju Jaringan Tegangan Rendah (JTR) baru sepanjang 0,74 kilometer sirkuit di Dusun Tugasoki, Desa Ekoae, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende.

SERGAP.CO.ID

ENDE, ||Harapan warga Dusun Tugasoki, Desa Ekoae, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, untuk menikmati akses listrik semakin dekat menjadi kenyataan.

Bacaan Lainnya

PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Flores menuntaskan commissioning test atau pengujian jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 0,74 kilometer sirkuit (kms), Kamis (22/10/2026).

Penyelesaian pengujian jaringan tersebut menjadi tahapan penting untuk memastikan keamanan dan keandalan infrastruktur listrik sebelum dimanfaatkan oleh 14 rumah calon pelanggan di wilayah tersebut.

Kehadiran listrik di Dusun Tugasoki diharapkan membuka peluang baru bagi masyarakat, mulai dari mendukung kegiatan belajar anak-anak pada malam hari hingga mengembangkan usaha ekonomi rumah tangga.

Manager PLN UP2K Flores, Reza Eka Putra, mengatakan pembangunan infrastruktur kelistrikan hingga pelosok merupakan bagian dari upaya menghadirkan pemerataan akses energi bagi masyarakat.

“Membangun Indonesia berarti membangun hingga ke pelosok. Kami ingin memastikan anak-anak di Dusun Tugasoki memiliki kesempatan belajar yang sama baiknya dengan anak-anak di perkotaan, sekaligus memberi ruang bagi orang tua mereka untuk mengembangkan usaha,” ujar Reza.

Menurutnya, akses listrik tidak hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi juga menjadi salah satu faktor pendukung peningkatan kualitas hidup dan produktivitas masyarakat.

Kepala Desa Ekoae, Dionisius Besu Songgo, menyambut positif penyelesaian pembangunan jaringan tersebut.

Ia menyebut kehadiran listrik telah lama dinantikan warga Dusun Tugasoki.

“Kehadiran listrik ini mengubah banyak hal. Anak-anak kini bisa belajar dengan nyaman di malam hari. Warga juga sudah merencanakan berbagai usaha kecil, mulai dari kios, usaha kuliner, hingga kerajinan rumahan,” ungkap Dionisius.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pemerataan akses energi merupakan bagian penting dari pelayanan kelistrikan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Momen Sumpah Pemuda menjadi pengingat bagi kami untuk tidak berhenti menyalakan harapan di pelosok negeri. Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan fondasi bagi anak-anak Dusun Tugasoki untuk meraih cita-cita mereka,” kata Eko.

Penyelesaian pengujian jaringan ini menjadi salah satu langkah PLN dalam memperluas akses kelistrikan di wilayah terpencil. Namun, manfaat nyata pembangunan tersebut akan semakin dirasakan ketika jaringan dinyatakan siap beroperasi dan masyarakat dapat menikmati layanan listrik secara aman dan andal.

Bagi warga Dusun Tugasoki, hadirnya listrik bukan sekadar perubahan suasana malam. Akses energi yang memadai diharapkan membuka kesempatan bagi anak-anak untuk belajar lebih baik, keluarga untuk meningkatkan produktivitas, serta pelaku usaha kecil untuk mengembangkan potensi ekonomi desa.

Melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan ini, PLN menegaskan komitmennya untuk memperluas pemerataan energi hingga wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

(Desy*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *