KAB. SUMBA BARAT DAYA, || Polres Sumba Barat Daya menyosialisasikan program Polisi Peduli Pengangguran (POLIRAN) di Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, Kamis (22/10/2026), untuk memperluas informasi peluang kerja sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penipuan perekrutan tenaga kerja dan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kegiatan yang berlangsung pukul 09.30–10.30 WITA tersebut didukung Wakapolres Sumba Barat Daya, Kompol Marthinus Ardjon, S.H., dengan melibatkan narasumber dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan pihak perusahaan jasa penempatan tenaga kerja.
Dalam sosialisasi itu, masyarakat memperoleh informasi mengenai prosedur mencari pekerjaan melalui jalur resmi, persiapan memasuki dunia kerja, serta pentingnya keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja.
Marthinus mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur transparan, terlebih jika disertai permintaan biaya yang tidak jelas dasar dan peruntukannya.
Ia mendorong calon pekerja memeriksa legalitas perusahaan penempatan, memahami isi kontrak, serta memastikan proses perekrutan dan penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, informasi yang benar dan keterampilan yang memadai diperlukan agar masyarakat dapat mencari pekerjaan secara lebih aman sekaligus mengurangi risiko eksploitasi.
Edukasi Harus Diikuti Akses Kerja Nyata
Program POLIRAN tidak hanya menitikberatkan pada penyampaian informasi, tetapi juga mendorong kolaborasi kepolisian, pemerintah, lembaga pelatihan, pelaku usaha, dan pihak berwenang di bidang ketenagakerjaan.
Kegiatan tersebut dihadiri masyarakat Desa Pogo Tena, tokoh masyarakat, tokoh agama, unsur pemerintah, pengusaha, serta Bhabinkamtibmas Polres Sumba Barat Daya. Rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai kesiapan kerja, prosedur perekrutan, serta cara mengenali penyalur tenaga kerja ilegal.
Keterlibatan berbagai unsur diharapkan memperluas jangkauan edukasi hingga tingkat desa. Bhabinkamtibmas juga diharapkan membantu menyampaikan informasi tentang bahaya TPPO dan mendorong warga memanfaatkan jalur penempatan kerja yang resmi.
Namun, edukasi perlu diiringi akses nyata terhadap pelatihan, informasi lowongan yang terverifikasi, dan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi masyarakat. Sosialisasi saja belum dapat memastikan berkurangnya pengangguran tanpa tindak lanjut dan dukungan berkelanjutan dari instansi terkait serta dunia usaha.
Karena itu, keberhasilan program juga penting diukur melalui tindak lanjut, seperti akses peserta terhadap pelatihan, informasi lowongan terverifikasi, dan peluang penempatan kerja yang aman.
Kegiatan berakhir pukul 10.30 WITA dalam situasi aman dan tertib. Polres Sumba Barat Daya menyatakan akan terus mendukung edukasi ketenagakerjaan dan pencegahan TPPO sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat.
(Ms)






