KOTA TASIKMALAYA, || Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat persatuan, menjaga stabilitas daerah, dan mendukung percepatan pembangunan melalui semangat kebinekaan, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan mengusung tema “Menjaga Stabilitas dalam Bingkai Kebhinekaan untuk Akselerasi Pembangunan Kota Tasikmalaya” dan berlangsung di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Jalan Cieunteung Gede Nomor 5, Kompleks Perkantoran, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Rapat koordinasi tersebut menjadi forum untuk memperkuat pembauran kebangsaan di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat. Kerukunan dinilai menjadi salah satu modal sosial penting dalam menciptakan kondisi daerah yang kondusif bagi pembangunan.

Kegiatan dibuka oleh Ajat Sudrajat, S.Sos.I., M.H., Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, Budaya, serta Agama pada Bakesbangpol Kota Tasikmalaya. Ia hadir mewakili Kepala Bakesbangpol Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M.
Keterlibatan Bakesbangpol dalam kegiatan ini mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan wawasan kebangsaan dan upaya menjaga keharmonisan masyarakat. Sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan diperlukan agar semangat kebinekaan dapat diwujudkan melalui kegiatan nyata.
Sementara itu, Ketua FPK Kota Tasikmalaya, Syahrial Koto, menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta dan kekompakan berbagai etnis yang tergabung dalam forum tersebut.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Semangat menjaga Nusantara, menurut pesan yang disampaikannya, perlu menjadi komitmen bersama di tengah keberagaman.
Penguatan pembauran kebangsaan juga membutuhkan komunikasi terbuka, penghormatan terhadap perbedaan, serta keterlibatan aktif seluruh kelompok masyarakat. Dengan demikian, keberagaman dapat menjadi kekuatan bersama, bukan pemicu perpecahan.
Di sisi lain, keberhasilan upaya tersebut perlu didukung program berkelanjutan dan tindak lanjut yang jelas. Rapat koordinasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal, tetapi mampu memperkuat kolaborasi untuk menjaga stabilitas sosial dan mendukung pembangunan Kota Tasikmalaya.
(Rizal)






