KAB. PESISIR SELATAN, || Elvi Azman resmi menjabat Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan setelah dilantik di Gedung Bappeda Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (12/10/2026). Jabatan baru tersebut menempatkannya pada bidang strategis yang berperan dalam upaya mengurangi risiko bencana dan meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi situasi darurat.
Sebelum menduduki jabatan tersebut, Elvi Azman bertugas sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Pesisir Selatan. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Penjabat (Pj) Wali Nagari Api-Api, Kecamatan Bayang.
Peralihan tugas ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan. Kini, tanggung jawabnya berkaitan dengan pencegahan bencana, edukasi kebencanaan, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat di daerah yang memiliki beragam potensi ancaman bencana.
Menanggapi amanah baru tersebut, Elvi menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
“Alhamdulillah, saya bersyukur atas amanah dan kepercayaan yang diberikan. Jabatan ini merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya. Saya berharap dapat terus mengabdi, bekerja dengan penuh tanggung jawab, serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan Kabupaten Pesisir Selatan. Mohon doa dan dukungan agar saya dapat menjalankan tugas ini dengan lancar,” ungkap Elvi Azman.
Dalam menjalankan fungsi pencegahan dan kesiapsiagaan, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu aspek penting. Upaya tersebut mencakup peningkatan pemahaman masyarakat terhadap risiko bencana, penguatan langkah mitigasi, serta persiapan menghadapi kemungkinan keadaan darurat.
Kabupaten Pesisir Selatan memiliki potensi ancaman bencana, di antaranya banjir dan tanah longsor. Kondisi ini membuat upaya pengurangan risiko perlu mendapat perhatian berkelanjutan, baik melalui perencanaan, edukasi, maupun keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.
Meski demikian, pengangkatan pejabat baru saja tidak cukup untuk menjamin peningkatan kesiapsiagaan. Pelaksanaan program yang terukur, koordinasi yang efektif, serta evaluasi berkala tetap diperlukan agar kebijakan pencegahan bencana dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Di sisi lain, masyarakat membutuhkan informasi kebencanaan yang mudah dipahami, akses terhadap edukasi mitigasi, serta kesiapan menghadapi kondisi darurat. Karena itu, keberhasilan bidang pencegahan dan kesiapsiagaan juga akan berkaitan dengan kemampuan membangun kerja sama antara pemerintah daerah, lembaga terkait, dan warga.
Pengalaman Elvi Azman di lingkungan Dinas PUTR dan pemerintahan nagari menjadi bagian dari rekam jejak pengabdiannya sebelum memasuki bidang kebencanaan. Namun, efektivitas pelaksanaan tugas barunya akan terlihat dari program, koordinasi, dan langkah nyata yang dijalankan ke depan.
Masyarakat berharap amanah tersebut dapat dilaksanakan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan publik. Dengan demikian, upaya pencegahan dan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan semakin kuat demi melindungi keselamatan warga dan mengurangi risiko bencana.
(Red)






