KAB. SUMBA TIMUR, NTT, || Kodim 1601/Sumba Timur menerima kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) dari Pabandya 1 Binsisp Satkowil dan Satnonkowil Spaban II/Minpuanter Sterad, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir, M.Han., untuk mengevaluasi pelaksanaan Pembinaan Teritorial (Binter) sekaligus meningkatkan kemampuan personel teritorial, Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Makodim 1601/Sumba Timur, Jalan Ir. Soekarno Nomor 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, itu diikuti personel Kodim sebagai bagian dari pembinaan dan evaluasi program teritorial di wilayah.
Dandim 1601/Sumba Timur, Letkol Arm Adwi Prasetya, menekankan pentingnya kepekaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) terhadap kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, personel teritorial perlu memberikan perhatian terhadap berbagai fasilitas dan program yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan warga.
Beberapa sektor yang menjadi perhatian antara lain pembangunan sumur bor, jembatan, serta bidang pertanian. Perhatian terhadap kebutuhan tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan tugas Babinsa dalam mendukung program pembangunan dan membantu masyarakat di wilayah tugasnya.
Sementara itu, Letkol Inf Deny Ahdiani Amir menjelaskan bahwa Wasev merupakan bagian dari evaluasi sekaligus konseling dari komando atas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan personel dalam melaksanakan Binter agar sesuai dengan program serta sasaran yang telah ditetapkan.
Selain mengevaluasi pelaksanaan Binter, kegiatan tersebut juga membahas kesiapan Kompi Produksi Kodim 1601/Sumba Timur. Pembahasan ini menjadi bagian dari upaya memastikan kesiapan satuan dalam menjalankan program yang telah direncanakan.
Melalui kegiatan Wasev dan pembekalan tersebut, Kodim 1601/Sumba Timur diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan pembinaan teritorial, sekaligus memperkuat respons personel terhadap kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sumba Timur.
Meski demikian, rilisan kegiatan ini belum memerinci hasil evaluasi, kendala yang ditemukan di lapangan, maupun rekomendasi khusus dari Tim Wasev. Belum ada pula keterangan terperinci mengenai capaian program sumur bor, jembatan, pertanian, dan kesiapan Kompi Produksi.
Informasi tersebut penting untuk memberikan gambaran lebih utuh mengenai hasil evaluasi serta dampak program teritorial bagi masyarakat. Karena itu, hasil tindak lanjut Wasev dan penjelasan lebih lanjut dari pihak Kodim dapat menjadi informasi tambahan bagi publik untuk menilai perkembangan pelaksanaan program Binter di wilayah Sumba Timur.
(Ms)






