IKM Tasikmalaya Bertemu Ketum DPP IKM, Bahas Rencana Peletakan Batu Pertama Masjid IKMT

SERGAP.CO.ID

KOTA BEKASI, || Rencana pembangunan Masjid Ikatan Keluarga Minang Tasikmalaya (IKMT) menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan Ketua IKM Tasikmalaya Syahrial Koto dengan Ketua Umum DPP IKM Andre Rosiade, S.E., di Kota Bekasi.

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut berlangsung setelah pertandingan Semen Padang FC menghadapi PSPS Pekanbaru di Stadion Patriot Candrabhaga. Syahrial Koto hadir bersama Sekretaris IKM Tasikmalaya Hendrizal dan Dewan Pelindung IKM Tasikmalaya H. Tamar.

Dalam pertemuan itu, Syahrial menyampaikan secara lisan undangan kepada Andre Rosiade untuk menghadiri agenda peletakan batu pertama pembangunan Masjid IKMT di Tasikmalaya.

Syahrial mengatakan, undangan lisan tersebut menjadi komunikasi awal sebelum IKMT menyampaikan undangan resmi. Waktu pelaksanaan peletakan batu pertama nantinya akan disesuaikan dengan agenda dan ketersediaan waktu Andre Rosiade yang juga menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi VI.

Andre Rosiade, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan bahwa dirinya akan mengatur jadwal kehadiran dengan mempertimbangkan agenda kedinasan serta tugasnya sebagai Ketua Umum DPP IKM dan anggota DPR RI.

Dengan demikian, kepastian waktu peletakan batu pertama masih menunggu penyesuaian agenda. IKM Tasikmalaya selanjutnya akan mengirimkan surat undangan resmi kepada DPP IKM.

Selain undangan, IKMT juga menyiapkan sejumlah dokumen pendukung pembangunan masjid. Dokumen tersebut meliputi selayang pandang Masjid IKMT, naskah akademik, filosofi dan konsep pembangunan, serta gambar teknis.

Menurut Syahrial, dokumen tersebut diperlukan agar DPP IKM memperoleh gambaran mengenai latar belakang dan arah pembangunan Masjid IKMT secara utuh.

“Kami ingin beliau mendapatkan gambaran secara lengkap mengenai Masjid IKMT, mulai dari latar belakang, filosofi, konsep sampai perencanaannya. Karena ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi merupakan cita-cita bersama masyarakat Minang Tasikmalaya,” ujar Syahrial.

Ia menjelaskan, Masjid IKMT tidak dirancang hanya sebagai tempat ibadah. Keberadaannya diharapkan dapat menjadi ruang silaturahmi, kegiatan sosial, pembinaan umat, sekaligus tempat memperkuat hubungan badunsanak masyarakat Minang yang berada di Tasikmalaya.

Syahrial menilai pembangunan masjid memiliki makna lebih luas karena menjadi bagian dari upaya masyarakat Minang membangun fasilitas bersama di daerah perantauan.

“Masjid ini adalah mimpi bersama. Kami ingin pembangunannya menjadi simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Minang di Tasikmalaya. Karena itu, kami berharap seluruh elemen masyarakat Minang dapat ikut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” katanya.

Pertemuan dengan Andre Rosiade juga menjadi momentum memperkuat komunikasi antara IKM Tasikmalaya dan DPP IKM. Sebelumnya, dukungan masyarakat Minang Tasikmalaya terhadap Semen Padang FC terlihat saat puluhan perantau Minang hadir langsung di Stadion Patriot Candrabhaga.

Andre Rosiade menyambut dukungan tersebut dan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Minang Tasikmalaya yang hadir memberikan dukungan kepada klub kebanggaan Sumatera Barat tersebut.

Bagi IKM Tasikmalaya, dukungan terhadap Semen Padang FC tidak berhenti pada kegiatan olahraga. Semangat kebersamaan tersebut dinilai dapat menjadi modal sosial untuk menggerakkan kegiatan organisasi dan pembangunan fasilitas yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Syahrial mengatakan IKM tidak semata menjadi wadah berkumpulnya masyarakat Minang di perantauan. Organisasi juga dapat berperan dalam kegiatan sosial, ekonomi, keagamaan dan kemasyarakatan.

Karena itu, semangat “badunsanak” menurutnya perlu diwujudkan melalui kegiatan nyata, termasuk pembangunan Masjid IKMT yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Insyaallah kami akan mengikuti jadwal beliau. Yang terpenting komunikasi sudah terbangun dan beliau menyampaikan secara lisan akan menjadwalkan. Kami dari IKMT akan mempersiapkan semuanya dengan baik,” ujar Syahrial.

Dari sisi DPP IKM, kehadiran Andre Rosiade pada agenda peletakan batu pertama masih bergantung pada penyesuaian jadwal. Sementara dari pihak IKM Tasikmalaya, persiapan administratif dan materi pembangunan akan dilakukan sambil menunggu kepastian waktu.

Komunikasi tersebut menjadi langkah awal bagi IKMT untuk memperkenalkan lebih jauh rencana pembangunan Masjid IKMT kepada DPP IKM. Bagi masyarakat Minang Tasikmalaya, masjid yang direncanakan bukan hanya bangunan fisik, tetapi diharapkan menjadi simbol kebersamaan, tempat ibadah dan ruang kegiatan sosial di tengah kehidupan masyarakat perantauan.

Dengan persiapan dokumen serta komunikasi yang telah dilakukan, IKM Tasikmalaya berharap agenda peletakan batu pertama dapat terlaksana sesuai rencana dan menjadi titik awal pembangunan Masjid IKMT yang selama ini menjadi cita-cita masyarakat Minang di Tasikmalaya.

(Rzl)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *