JAKARTA || Lembaga Perjuangan Hak Buruh Indonesia (LPHBI) menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas pelantikannya sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri). Bersamaan dengan ucapan tersebut, LPHBI berharap kepemimpinan baru Polri memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan serta perlindungan hak masyarakat pekerja.
Suyudi Ario Seto resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo. Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri.
Ketua Umum LPHBI Ucu Suryana mengatakan pergantian kepemimpinan di tubuh Polri diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat pelayanan kepada masyarakat, termasuk kalangan pekerja dan buruh.
“LPHBI mengucapkan selamat kepada Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto. Semoga amanah dalam menjalankan tugas, senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Polri serta semakin dekat dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ucu Suryana.
Menurut Ucu, bagi pekerja dan buruh, keberadaan Polri memiliki posisi penting dalam memastikan hukum berjalan secara adil dan memberikan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat. Penegakan hukum, kata dia, juga diharapkan mampu memberikan kepastian terhadap perlindungan hak-hak pekerja sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
LPHBI berharap kepemimpinan Suyudi dapat memperkuat pelayanan publik dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat. Harapan tersebut juga mencakup terbukanya ruang dialog ketika muncul persoalan yang berkaitan dengan kepentingan pekerja dan buruh.
“Harapan kami, Polri semakin profesional, humanis, dekat dengan rakyat dan mampu memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat, termasuk kaum buruh,” katanya.
Sikap LPHBI tersebut menjadi bagian dari perhatian organisasi terhadap hubungan antara penegakan hukum dan perlindungan hak pekerja. Menurut Ucu, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan perlu ditempuh melalui jalur hukum dan dialog yang konstruktif sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, Ucu juga menyampaikan penghargaan kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo atas pengabdiannya selama memimpin Polri. Listyo menjabat Kapolri sejak 27 Januari 2021 hingga 1 Oktober 2026 sebelum kemudian mendapat tugas baru sebagai Kepala Staf Kepresidenan.
“LPHBI memberikan apresiasi atas pengabdian Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo selama memimpin Polri. Kami berharap pengalaman dan pengabdian beliau terus memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara dalam amanah barunya,” ujar Ucu.
Pergantian kepemimpinan tersebut sekaligus menandai dimulainya masa kepemimpinan Suyudi di institusi Polri. Sebelum menjadi Kapolri, Suyudi menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak Agustus 2025. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994 dan memiliki pengalaman panjang di bidang reserse serta sejumlah jabatan kewilayahan.
Dalam sumpah jabatan saat pelantikan, Suyudi menyatakan komitmen menjalankan peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya dan seadil-adilnya serta menjunjung tinggi etika jabatan dan Tribrata.
Bagi LPHBI, komitmen tersebut diharapkan dapat diwujudkan dalam pelayanan dan penegakan hukum yang dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Ucu menegaskan, pekerja dan buruh merupakan bagian dari masyarakat yang membutuhkan kepastian hukum dalam menjalankan aktivitas maupun memperjuangkan haknya. Karena itu, komunikasi antara aparat penegak hukum dan kelompok masyarakat sipil dinilai penting agar persoalan tidak selalu berujung pada konflik.
LPHBI berharap kepemimpinan baru Polri dapat membuka ruang komunikasi yang semakin luas dengan organisasi pekerja, serikat buruh dan elemen masyarakat lainnya.
Ucapan selamat tersebut sekaligus menjadi harapan agar estafet kepemimpinan Polri membawa kesinambungan dalam pelayanan publik, penegakan hukum serta perlindungan masyarakat dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan.
(Rizal)






