RSUD SK Lerik Pasien Gawat Darurat Tak Terkendala BPJS

SERGAP.CO.ID

KUPANG, || Persoalan administrasi dan kepesertaan BPJS tidak boleh menjadi alasan warga Kota Kupang terlambat mendapatkan pertolongan medis saat berada dalam kondisi gawat darurat.

Bacaan Lainnya

Komitmen tersebut diterapkan melalui layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) gratis di RSUD S.K. Lerik. Program ini menyasar warga Kota Kupang yang kurang mampu, termasuk mereka yang belum memiliki BPJS, kepesertaan BPJS-nya tidak aktif, maupun belum memiliki dokumen kependudukan.

Direktris RSUD S.K. Lerik, dr. Maria Veronica Ivonny Dandao Ray, M.Kes., menjelaskan layanan tersebut merupakan bagian dari dukungan Pemerintah Kota Kupang untuk memastikan masyarakat memperoleh penanganan medis ketika menghadapi kondisi yang mengancam keselamatan.

“Pasien akan ditangani terlebih dahulu secara medis di IGD. Urusan administrasi dapat dilengkapi kemudian,” jelas Ivonny, saat wawancara Sabtu (19/9/2026).

Program tersebut didukung dana talangan kegawatdaruratan yang dialokasikan Pemkot Kupang sebesar Rp3 miliar per tahun. Anggaran itu digunakan untuk membantu pembiayaan penanganan pasien gawat darurat yang mengalami kendala jaminan kesehatan maupun administrasi.

Namun, Ivonny menegaskan layanan gratis tersebut diperuntukkan bagi kondisi kegawatdaruratan medis, bukan untuk keluhan ringan atau pemeriksaan kesehatan rutin.

Kondisi yang membutuhkan penanganan segera, seperti gangguan kesadaran, gangguan jalan napas, gangguan sirkulasi, maupun keadaan medis lain yang mengancam nyawa, menjadi prioritas layanan IGD.

Ajak Warga Manfaatkan Layanan

Dalam kesempatan tersebut, Ivonny juga mengajak masyarakat, termasuk warga diaspora Maumere yang berdomisili di Kota Kupang, untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang tersedia di RSUD S.K. Lerik.

Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis, tes IVA, konsultasi psikologi, dan seminar bullying yang digelar KKBM Kupang bekerja sama dengan Pemkot Kupang melalui Dinas Kesehatan dan RSUD S.K. Lerik.

Sebanyak 78 warga KKBM Kupang mengikuti pemeriksaan kesehatan dalam kegiatan tersebut.

“Kami mengajak warga diaspora Maumere di Kota Kupang untuk memanfaatkan fasilitas dan layanan yang tersedia di RSUD S.K. Lerik, baik untuk pemeriksaan kesehatan maupun pelayanan medis lainnya,” ujar Ivonny.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi KKBM Kupang dengan Pemkot Kupang dan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ketua KKBM Kupang, Agustinus Bajo, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasinya dalam mendukung pelayanan sosial dan kesehatan bagi warga Maumere yang berada di Kota Kupang.

Menurutnya, KKBM Kupang ingin membangun kolaborasi berkelanjutan dengan pemerintah dan berbagai lembaga untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga mencakup tes IVA bagi perempuan, konsultasi psikologi, edukasi mengenai bullying dan penggunaan internet secara bijak, serta promosi produk UMKM anggota KKBM Kupang.

Program layanan IGD gratis RSUD S.K. Lerik sendiri telah berjalan sejak 2025. Kebijakan tersebut diarahkan untuk memastikan warga dalam kondisi darurat memperoleh pertolongan medis tanpa terlebih dahulu terhambat persoalan administrasi.

(Desy)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *