KOTA SUBULUSSALAM, || Pandan Soraya FC berhasil menjadi Juara I Turnamen Sepak Bola Piala Pemuda Cup IV Tahun 2026 di Kampong Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.
Turnamen yang diikuti 16 kesebelasan tersebut resmi ditutup oleh Penjabat (Pj) Kepala Kampong Pulo Kedep di Lapangan Tri Brata Pulo Kedep, Selasa (22/9/2026) sore.
Penutupan berlangsung meriah dan disaksikan ratusan warga dari berbagai kampong di Sultan Daulat. Selama dua pekan terakhir, Lapangan Tri Brata menjadi pusat perhatian dengan suguhan pertandingan yang penuh semangat dan aksi memukau.
Adapun daftar juara lengkap, Juara I diraih Pandan Soraya FC, Juara II Simpang 3 FC, Juara III GKS FC, dan Juara IV Pulo Belen FC. Masing-masing juara menerima trofi, medali, piagam penghargaan, dan uang pembinaan dari panitia.
Pj Kepala Kampong Pulo Kedep dalam sambutannya menyampaikan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT karena seluruh rangkaian turnamen dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga partai puncak.

Atas nama Pemerintah Kampong Pulo Kedep, ia menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, para sponsor, aparat keamanan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga yang telah bekerja keras menyukseskan acara dari awal hingga akhir.
Ia mengatakan, Turnamen Piala Pemuda Cup IV ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar mencari pemenang. Tujuan utama turnamen adalah sebagai wadah silaturahmi, mempererat kebersamaan, dan menanamkan semangat sportivitas di kalangan pemuda.
“Yang paling berharga bukanlah siapa yang menang atau kalah, melainkan terjalinnya silaturahmi dan kebersamaan di antara kita. Sepak bola mengajarkan arti kerja sama, kejujuran, dan saling menghargai di dalam maupun di luar lapangan,” ujarnya.
Kepada tim yang berhasil meraih juara, ia berpesan agar tidak cepat berpuas diri. Kemenangan tersebut merupakan buah dari latihan keras, kedisiplinan, dan kekompakan tim.
Ia berharap kemenangan itu dapat menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan prestasi hingga ke level kompetisi yang lebih tinggi, baik di tingkat kota maupun provinsi.
Sementara kepada tim yang belum beruntung pada kesempatan ini, ia meminta agar tidak berkecil hati dan patah semangat. Kekalahan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan kemenangan yang tertunda dan menjadi bahan evaluasi untuk berlatih lebih giat di masa depan.
Ia berharap turnamen seperti ini dapat menjadi agenda rutin tahunan di Kampong Pulo Kedep. Melalui kegiatan positif di bidang olahraga, generasi muda diharapkan dapat menyalurkan bakat dan terhindar dari kegiatan negatif.
Acara penutupan diakhiri dengan pembacaan hamdalah, doa bersama, dan foto bersama antara perangkat kampong, panitia pelaksana, dan para juara.
(Dhar).






