Pilkampong Pulo Kedep Dua Putaran, Tetap Sejuk Tanpa Gesekan

Caption: PJ Keuchk Agustari Husni, S.Pd.I., M.Pd. Foto Dok Ist.

SERGAP.CO.ID

KAB. SUBULUSSALAM, || Pemilihan Keuchik (Pilkampong) di Kampung Pulo Kedep, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, berlangsung dalam dua putaran setelah dua calon memperoleh hasil imbang pada pemungutan suara putaran pertama.

Bacaan Lainnya

Meski persaingan berlangsung ketat hingga harus dilanjutkan ke putaran kedua hanya beberapa hari setelah pemungutan pertama, proses demokrasi di Kampung Pulo Kedep berjalan relatif aman, tertib dan kondusif. Tidak terlihat gesekan berarti antara pendukung kedua calon hingga tahapan pemilihan selesai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena persaingan dalam kontestasi tingkat kampung biasanya berpotensi menimbulkan perbedaan pilihan yang terbawa setelah pemungutan suara.

Sejumlah warga menilai suasana kondusif tidak terlepas dari peran Penjabat (Pj) Keuchik Pulo Kedep, Tgk. Agustari Husni, S.Pd.I., M.Pd., yang sejak awal tahapan mengingatkan seluruh pihak agar menjaga ketertiban dan persatuan warga.

“Saya hanya menjalankan amanah. Tugas Pj Keuchik adalah memastikan aturan ditegakkan dan suasana tetap dingin,” ujar Agustari saat ditemui setelah pencoblosan putaran kedua.

Agustari diketahui juga merupakan pengurus PCNU Kota Subulussalam. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Pj Keuchik, ia mengaku berupaya menjaga komunikasi dengan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, pemerintah, aparat keamanan, masyarakat hingga insan pers.

Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengingatkan bahwa perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi. Setelah pemilihan berakhir, seluruh warga diharapkan kembali bersatu untuk membangun kampung.

Sejak tahapan pemilihan berlangsung, komunikasi dengan masyarakat dilakukan melalui berbagai kesempatan. Pesan yang disampaikan relatif sama, yakni mengedepankan aturan, menjaga keamanan dan menghindari perselisihan akibat perbedaan pilihan.

“Pak Pj ini kepada calon menenangkan, kepada tim sukses diingatkan aturan, sementara warga diajak bersatu. Makanya kampung kami tetap dingin,” kata seorang warga.

Selain menjaga komunikasi, keterbukaan informasi juga dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap kondusif. Penyampaian informasi yang terbuka diharapkan dapat mempersempit ruang munculnya kabar yang tidak benar atau informasi yang berpotensi memicu perselisihan.

Namun, kondusivitas Pilkampong Pulo Kedep tidak hanya bergantung pada pemerintah kampung. Sikap para calon, tim sukses, tokoh masyarakat, tokoh agama, aparat keamanan dan warga juga menjadi faktor penting dalam menjaga proses pemilihan tetap aman.

Setelah dua putaran selesai, warga kini dihadapkan pada tahap berikutnya, yakni menjaga persatuan setelah kontestasi berakhir. Perbedaan pilihan selama pemilihan diharapkan tidak menjadi sekat dalam kehidupan bermasyarakat.

Harapan warga pun tertuju kepada Keuchik terpilih agar mampu merangkul seluruh masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya berada di kubu berbeda. Semangat kebersamaan yang terjaga selama dua putaran Pilkampong diharapkan menjadi modal untuk membangun Kampung Pulo Kedep secara bersama-sama.

(Dh@r)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *