KUPANG, || Ekonomi Nusa Tenggara Timur membutuhkan lebih dari sekadar pertumbuhan statistik. Dunia usaha dan pemerintah perlu berjalan pada jalur yang sama. Rapat Pimpinan Provinsi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) NTT atau Rapimprov Kadin NTT menjadi salah satu ruang strategis untuk mempertemukan kepentingan tersebut.
Tahun ini, Kadin NTT membawa tema “Ayo Bangun NTT, Sinergi Dunia Usaha Bersama Pemerintah untuk Kebangkitan Ekonomi NTT.” Tema tersebut menjadi penanda arah forum yang akan digelar pada 24 September 2026 di Hotel Harper Kupang lantai 10. Rapimprov diharapkan menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antarpelaku usaha, sekaligus membuka ruang kolaborasi nyata dengan pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Persiapan menuju forum besar ini telah memasuki tahap akhir. Pada Selasa (1/9/2026), Dewan Pengurus Harian Kadin NTT menggelar rapat koordinasi bersama Panitia Pengarah (Steering Committee) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee) di lokasi yang sama. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kadin NTT, Dr. Cand. Bobby Lianto, bersama Ketua Panitia Pengarah yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Blasius Lema, serta Sekretaris Panitia Pengarah Restu Herdani Dupe yang juga menjabat sebagai Ketua Umum HIPMI NTT.
Hadir dalam rapat tersebut anggota Panitia Pengarah seperti Mersy Siubelan, Francisco Besi, Yeskiel Natonis, dan Wilson Lianto. Dari sisi eksekusi, hadir Ketua Panitia Christopher Samara, Wakil Ketua Yusak Benu, dan jajaran panitia lainnya. Agenda rapat berfokus pada pematangan teknis pelaksanaan dan agenda persidangan sebelum forum utama berlangsung.
Rapimprov NTT merupakan bagian dari rangkaian Rapimprov Kadin yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Pembukaan dijadwalkan pukul 10.00 WITA dan akan disiarkan secara langsung, dipimpin oleh Ketua Umum Kadin Indonesia. Setelah sesi pembukaan, peserta akan memasuki sidang pleno dan komisi untuk membahas program kerja, pokok-pokok pikiran, serta laporan pertanggungjawaban Dewan Pengurus.
Hasil sidang komisi kemudian akan dirumuskan menjadi keputusan resmi Rapimprov. Laporan hasil dari seluruh provinsi akan disampaikan secara serentak melalui virtual sebelum acara ditutup dengan makan malam bersama. Sejumlah undangan penting dijadwalkan hadir, termasuk Gubernur NTT selaku Ketua Dewan Penasihat Kadin NTT, Dewan Kehormatan, Dewan Pertimbangan, serta para Anggota Luar Biasa (ALB).
Hingga saat ini, Kadin NTT mencatat 28 asosiasi dunia usaha sebagai Anggota Luar Biasa, yang berasal dari berbagai sektor strategis seperti APINDO, PHRI, REI, HIPMI, dan GAPENSI. Keberagaman representasi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi dan solusi yang dihasilkan.
Namun, tantangan Rapimprov tidak berhenti pada penyelenggaraan acara yang meriah. Forum ini akan diuji oleh apa yang terjadi setelah sidang ditutup. Sebab, dunia usaha membutuhkan kebijakan yang memberi ruang tumbuh, sementara pemerintah membutuhkan dunia usaha sebagai mitra penggerak ekonomi. Keduanya bertemu dalam satu kebutuhan mendesak: membuat ekonomi NTT bergerak lebih cepat.
Di titik itulah Rapimprov Kadin NTT memperoleh maknanya yang sesungguhnya. Bukan sekadar forum tahunan atau ritual organisasi, melainkan tempat untuk mengubah gagasan menjadi keputusan, dan keputusan menjadi kerja bersama yang berdampak bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
(Desy)






