KAB. SUMBA TIMUR, || Disiplin prajurit tidak hanya dituntut saat menjalankan tugas, tetapi juga ketika berada di jalan raya. Untuk mencegah pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, Kodim 1601/Sumba Timur menerima sosialisasi keselamatan kendaraan dan etika berlalu lintas dalam rangka memperkuat kesadaran personel terhadap aturan berkendara.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makodim 1601/Sumba Timur, Jalan Ir. Sukarno No. 11, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Selasa (1/9/2026).
Sosialisasi merupakan bagian dari kegiatan Operasi Gaktib dan Yustisi Polisi Militer. Kodim 1601/Sumba Timur menghadirkan personel Subdenpom IX/1-2 Waingapu, Lettu Cpm Hendra Fardian Aryayudha, S.Tr.(Han), sebagai narasumber.
Dalam materi yang disampaikan, prajurit mendapatkan pemahaman mengenai keselamatan berkendara, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas, serta pentingnya menerapkan etika saat menggunakan jalan raya.
Aspek kelengkapan kendaraan dan surat-surat juga menjadi perhatian. Prajurit diingatkan menggunakan perlengkapan keselamatan serta mengedepankan sikap disiplin dan bertanggung jawab selama berkendara.
Langkah tersebut menjadi penting karena pelanggaran lalu lintas tidak hanya berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan pengendara maupun pengguna jalan lainnya.
Dandim 1601/Sumba Timur Letkol Arm Adwi Prasetya, melalui Pasi Ops Kodim 1601/Sumba Timur Lettu Inf Rafael Tende, menegaskan bahwa kepatuhan berlalu lintas merupakan bagian dari disiplin yang harus melekat pada setiap prajurit.
Menurutnya, prajurit TNI juga memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh bagi masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas.
“Keselamatan dan disiplin berlalu lintas harus menjadi perhatian setiap prajurit. Patuhi aturan, lengkapi kendaraan dan surat-surat, serta selalu utamakan keselamatan,” tegasnya.
Di sisi lain, sosialisasi tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kepatuhan internal personel, tetapi juga menjadi langkah preventif guna menekan potensi pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.
Penerapan disiplin secara konsisten diharapkan dapat membentuk kebiasaan berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab. Hal tersebut sekaligus memperkuat citra prajurit sebagai aparat yang mampu memberikan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Kodim 1601/Sumba Timur berharap seluruh personel semakin memahami bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Ketaatan terhadap aturan diharapkan tidak berhenti selama kegiatan kedinasan, tetapi menjadi bagian dari perilaku sehari-hari setiap prajurit.
(Ms)






