KAB. TASIKMALAYA, || Sebanyak delapan kesebelasan dari sejumlah kampung di Desa Sukaratu, Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, ambil bagian dalam Liga Desa Sukaratu 2026 yang digelar dalam rangka menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.
Kompetisi tersebut resmi bergulir di Lapangan Desa Sukaratu, Rabu, 29 Juli 2026. Ajang olahraga tingkat desa itu tidak hanya menjadi ruang adu kemampuan antarkesebelasan, tetapi juga diharapkan menjadi sarana pembinaan pemain muda sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat.
Salah satu peserta berasal dari Kampung Sudimara, yakni kesebelasan Sutra. Tim tersebut mendapat dukungan dari Ketua RT Sudimara, Ajat yang akrab disapa Bos Encek, sekaligus bobotoh kesebelasan Sutra.
Ajat menilai Liga Desa harus mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, kompetisi sepak bola tingkat lokal bukan sekadar mengejar kemenangan, tetapi harus menjadi ruang membangun solidaritas, sportivitas dan budaya hidup sehat.
“Kita harus menjunjung tinggi sportivitas dalam pertandingan ini. Jangan sampai kompetisi justru menimbulkan perpecahan. Sebaliknya, Liga Desa harus menjadi sarana memperkuat kebersamaan masyarakat,” ujar Ajat.
Ia juga menilai kompetisi tersebut memiliki nilai strategis dalam pembinaan generasi muda. Para pemain muda yang memiliki bakat, menurutnya, perlu mendapatkan ruang untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensi secara maksimal.
“Kompetisi ini harus bisa menjadi ruang pembinaan bagi pemain muda agar bakat mereka dapat berkembang. Jangan sampai anak-anak yang memiliki potensi justru tidak mempunyai wadah untuk mengasah kemampuannya,” katanya.
Ajat juga mengapresiasi Pemerintah Desa Sukaratu dan panitia penyelenggara yang telah membuka ruang kompetisi bagi masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat sinergi antara pemerintah desa, RT/RW dan masyarakat.
“Kami dari RT dan masyarakat Sudimara sangat antusias serta mendukung penuh Liga Desa ini. Kegiatan seperti ini sangat positif karena memberikan ruang kepada masyarakat, khususnya generasi muda,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan kepada Pemerintah Desa Sukaratu, Ketua Panitia Liga Desa Dede Aripin serta Ketua Kosgoro Kecamatan Sukaresik, Rudi, yang disebut turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan.
Di sisi lain, keberlanjutan kompetisi menjadi pekerjaan penting setelah turnamen selesai. Liga Desa tidak cukup hanya digelar sebagai agenda peringatan HUT RI. Pemerintah desa dan pihak terkait diharapkan dapat memikirkan pembinaan lanjutan bagi pemain yang menunjukkan potensi.
Ajat berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap anak-anak desa yang memiliki bakat sepak bola. Menurutnya, kompetisi tingkat desa dapat menjadi titik awal untuk menemukan pemain potensial yang kemudian dapat diarahkan mengikuti pembinaan pada jenjang lebih tinggi.
“Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah daerah terhadap anak-anak desa yang memiliki bakat olahraga sepak bola, sehingga potensi mereka bisa tersalurkan ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Dengan delapan kesebelasan yang berpartisipasi, Liga Desa Sukaratu 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kompetisi sesaat. Ajang tersebut diharapkan mampu menjadi ruang silaturahmi, pembinaan karakter, pencarian talenta dan penggerak aktivitas positif masyarakat menjelang peringatan HUT RI ke-81.
(JaJang.H)






